Anggota DPRD Sumut Minta Perketat Penerapan Prokes di Sekolah

- Penulis

Kamis, 17 Februari 2022 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sumut Komisi E, Aulia Rozki Aqsa, penerapan prokes di tengah-tengah masyarakar sedikit terlupakan, Untuk itu, demi melindungi murid dari penyebaran COVID-19 varian Omicron, sekolah perlu memperketat penerapan protokol kesehatan. (ist)

Anggota DPRD Sumut Komisi E, Aulia Rozki Aqsa, penerapan prokes di tengah-tengah masyarakar sedikit terlupakan, Untuk itu, demi melindungi murid dari penyebaran COVID-19 varian Omicron, sekolah perlu memperketat penerapan protokol kesehatan. (ist)

Medan-Mediadelegasi: Anggota DPRD Sumut Komisi E, Aulia Rozki Aqsa, penerapan prokes di tengah-tengah masyarakar sedikit terlupakan, Untuk itu, demi melindungi murid dari penyebaran COVID-19 varian Omicron, sekolah perlu memperketat penerapan protokol kesehatan. Tercatat sudah ada 10 sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM), karena murid dan gurunya terkonfirmasi positif.

Dengan hadirnya varian Omicron yang penyebaran dan penularan lebih cepat, maka pengetatan prokes perlu dilakukan. Hal ini dilakukan demi melindungi murid agar tidak ikut terpapar.

“Guru nya harus mengajari tentang prokes, jangan acuh tak acuh, seharusnya guru memberi tahu, walaupun kemarin sempat turun dan belajar tatap muka. Bukan berarti kita sepele, prokes tetap dijalankan, nah ini bagaimana ada varian baru bisa adaptasi lagi, kan varian baru Omicron lebih cepat penularannya,” kata anggota DPRD Sumut itu, Kamis (17/2/2022).

BACA JUGA:  Kapolda Sumut Sidak Pematangsiantar Perketat Prokes

Anggota DPRD SUmut itupun menambahkan, hanya saja Aulia kurang sependapat dengan kebijakan menghentikan secara keseluruhan PTM karena ada yang terkonfirmasi positif COVID-19 di sekolah.

“Kalau ada positif, ya diantisipasi. Misalnya kalau di satu kelas ada positif, kelasnya ditutup, kalau ada positif di ruang guru, ruang guru ditutup, jangan satu sekolah karena hanya kena satu dua orang, kan begitu,” urainya.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan sudah terlalu lama murid mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online karena COVID-19. Sehingga dia berpendapat kegiatan PTM tetap harus berjalan.

“Kalau ada yang kena bisa antigen satu sekolah, tracing, masak kita balek ke dulu, maju ke depan. Sudah dua tahun kita berhadapan dengan COVID-19 kan dan harusnya lebih memahami,” urainya.

BACA JUGA:  LPA Sumut Inginkan Paslon Walikota Medan Peduli Anak

“Kenapa begitu lagi, kan balek seperti dulu, kalau ada positif silahkan diisolasi juga yang disekitarnya, tracing aja, kalau gini terus kapan mau sekolah. Apabila makin banyak (sekolah) ditutup, kasihan anak-anak. Ini ada Omicron, tahun depan ada lain lagi, kasihan anak sekolah, kita harus tetap move on. Kan bisa diantisipasi prokes, cuci tangan, pakai masker, vaksinasi,” jelasnya.

Di sisi lain Aulia juga meminta agar murid dan guru jujur dan dengan kondisi kesehatannya. Ketika sakit atau demam, tidak usah datang ke sekolah.

“Ini (murid) demam datang ke sekolah, itulah disebarkan nya, harusnya izin sama guru gak masuk, kan boleh. Jangan bohong juga siswa masalah itu dan kalau kita terus begini gak selesai,” tuturnya. (D|Red|antaranews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru