Samosir-Mediadelegasi: Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menantikan kedatangan alat berat, untuk pembukaan jalan penghubung antar kabupaten dari Samosir ke Dairi, dan program sirtuisasi jalan pedesaan. Sebagaimana sudah direncanakan Pemkab sebelumnya.
Demikian disampaikan Pantas Lasidos Limbong kepada wartawan di ruang kerjanya Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parbaba, Kecamatan Pangururan pada, Jumat (13/5/2022).
“Sudah direncanakan, satu alat berat akan ditempatkan di Sianjur untuk pembukaan jalan dari Bonan Dolok menuju Hasinggaan sampai ke Silalahi,” kata Politisi PKB itu.
Karena menurutnya ini jalan penghubung antara Kabupaten Samosir dan Kabupaten Dairi, “Sehingga jarak tempuh dari Samosir ke Medan akan lebih cepat,” sebutnya.
Lebih lanjut Pantas Lasidos Limbong menjelaskan, keperluan alat berat itu dibutuhkan secepatnya, karena jarak jalan yang akan dibuka cukup panjang, sehingga proses pekerjaanya akan memakan waktu yang cukup lama.
Menurutnya jalan ini sangat strategis, karena aktifitas masyarakat dari Samosir menuju Medan cukup aktif setiap harinya.
Selain itu, keperluan alat berat juga sangat dibutuhkan di Sianjur Mulamula dan secara umum untuk seluruh Samosir, untuk pembukaan jalan-jalan penghubung desa, terutama untuk pembukaan jalan usaha tani.
“Dan sirtunisasi jalan usaha tani serta sirtunisasi jalan penghubung antar desa yang ada di kecamatan Sianjur mulamula, umumnya kabupaten Samosir,” tukasnya.
Ketika hal ini dikonrifmasi kepada Hartono, selaku pelaksana tugas Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Samosir, Sabtu (14/5/2022), ia mengatakan, bahwa alat berat sudah beroperasi membuka jalan pertanian Londut Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mulamula.
Terkait pembukaan Jalan penghubung antar Kabupaten, Hartono mengatakan bahwa itu merupakan program strategis Pemkab Samosir saat ini, dan pihaknya sedang finalkan schedulle pemanfaatan alat berat tersebut.
“Secepatnya, alat-alat kita ini, kita strukturkan untuk program-program mendesak dan mempertimbngkan waktu, seperti: mendukung ruas-ruas paket DAK yang sudah terkontrak, akses pembangunan GOR kita dan program bunga desa. Selanjutnya membagi sisa alat untuk program strategis lainnya, serta dorong efektivitas jam kerja alat untuk waktu lembur,” terangnya. (D|Sam-59)







