Medan-Mediadelegasi: Kota Medan dibanjiri wanita berkebaya dari berbagai komunitas dalam Parade Berkebaya Nusantara Goes to Unesco di Lapangan Benteng Medan, Minggu (28/8).
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi perempuan Sumatera Utara untuk mengingatkan kepada perempuan Indonesia, agar kembali menempati posisinya sebagai pembawa kultur tradisional asli Indonesia melalui berbusana kebaya.
Diperkirakan sebanyak 15 ribu perempuan dari 33 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara turut memeriahkan acara ini dengan memakai berbagai jenis kebaya seperti kebaya kartini, kebaya encim, noni dan kutubaru.
BACA JUGA: Kampanyekan “Kebaya Goes to UNESCO” di Medan
Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH dan Kasat Lantas Polres Samosir AKP Yuswanto SH tampak mendampingi Kotingen Polres Samosir turut menampilkan wanita hebat memeriahkan Parade Kebaya Nusantara. Tampak Ny Yuli Josua Tampubolon Ketua Cabang PC Bhayangkari Samosir, Istri Wakil Bupati Samosir dan ibu-ibu dari berbagai instansi di Samosir.
AKBP Josua Tampubolon mengatakan, Parade Berkebaya Nusantara Goes to Unesco merupakan momentum menunjukan kepada dunia bahwa kebaya adalah milik budaya Nusantara Indonesia.
“Kita semua patut berbangga, karena kebaya ini adalah busana Nusantara yang selalu melekat pada kaum kaum wanita yang ada di nusantara,” katanya.
Menurutnya, event ini menunjukan wanita hebat Indonesia menyatakan dan bersatu bahwa kebaya adalah milik mereka wanita Indonesia. “Ini semua mendorong, pengakuan kepada Unesco bahwa kebaya itu milik Indonesia,” kata Josua. D|Med-24







[…] BACA JUGA: 15 Ribu Wanita Meriahkan Parade Berkebaya Nusantara […]