Nias Selatan: Peluang Universitas Nias Raya (Uniraya) mengembangkan kerja sama bidang pendidikan dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi dan perusahaan swasta di China Terbuka lebar.
Pernyataan tersebut dikemukakan Konsul Jenderal (Konjen) China di Medan Zhang Min saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus Uniraya di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (28/2).
Kunjungan Konjen China di Medan beserta rombongan disambut lansung oleh Rektor Uniraya Dr. Martiman S. Sarumaha, M.Pd beserta pimpinan Yayasan Universitas Nias Raya, para dosen dan sejumlah mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara itu turut dihadiri Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tiongkok (INTI) Indra Wahidin, Konsultan Uniraya Prof. Dr. Sihol Situngkir, MBA serta perwakilan pimpinan PT Bintan Alumina Indonesia Jiang Yong Qiang dan Henry Fu.
Dalam acara pertemuan dengan civitas akademika Uniraya, Zhang mengatakan, peluang studi ke China bisa menjadi opsi lain bagi generasi muda di Indonesia termasuk mahasiswa Uniraya untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri.
Pemerintah China, lanjutnya, setiap tahun menyediakan beasiswa penuh bagi sejumlah mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan program pendidikan pada jenjang sarjana, magister dan doktoral.
Paket beasiswa diberikan untuk mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, antara lain sains, teknik, agronomi, kedokteran, ekonomi, hukum, manajemen, pendidikan, sejarah, sastra, filsafat, dan ilmu kesenian.
“Kami berharap mahasiswa yang belajar ke China sepulangnya nanti dapat memberi sumbangan untuk membangun Indonesia agar menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Konjen Zhang Min juga menekankan tentang pentingnya meningkatkan kerja sama saling menguntungkan antara Republik Rakyat Tiongkok dengan Indonesia yang selama ini berjalan cukup baik.
“Saya mengucapkan rasa terima kasih yang setulusnya kepada seluruh jajaran Universitas Nias Raya yang ikut berupaya memajukan persahabatan Tiongkok dan Indonesia dalam jangka panjang,” kata Zhang Min.
Menyikapi pernyataan Konjen China tersebut, Rektor Uniraya Dr. Martiman S. Sarumaha, M.Pd menyatakan pihaknya siap mendorong kalangan mahasiswa di Uniraya agar memanfaatkan peluang studi ke jenjang lebih tinggi di negara Tirai Bambu tersebut.
“Kami berharap pihak Konjen China bisa menjembatani Universitas Nias Raya bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di China, termasuk program magang di berbagai perusahaan terkemuka,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Martiman, dalam waktu dekat sudah terealisasi nota kesepakatan bersama di beberapa bidang, antara lain pertukaran mahasiswa, program magang dan beasiswa bagi dosen untuk meningkatkan jenjang studi di China.
Pada kesempatan acara yang turut diisi dengan sesi tanya jawab itu, Prof Dr. Sihol Situngkir selaku Konsultan Uniraya menyampaikan bahwa program beasiswa ke luar negeri merupakan kesempatan untuk regenerasi di dunia pendidikan bagi para generasi penerus.
Untuk meraih peluang tersebut, menurut anggota Dewan Penasihat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini, tentunya Uniraya akan terus melaksanakan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) satu sampai delapan.
“Khusus untuk capaian IKU tujuh dan IKU delapan, Uniraya perlu menjalin kerja sama antarprogram studi dengan perguruan tinggi di luar negeri,” paparnya.
Dengan demikian, kata Sihol, secara bertahap program studi yang dimiliki Uniraya bisa berkelas internasional dan pada gilirannya dapat memperoleh akreditasi internasional.
“Selain China, kita juga mengarahkan Uniraya agar dapat terdaftar di Anabin Jerman, sehingga program magang para mahasiswa ke Jerman dapat kita laksanakan dengan baik,” ucap Sihol. D|Red-04












