Hadiri Acara di Kejagung, Prabowo Terima Rp10.27 Triliun & Puluhan Ribu Hektar Lahan Hutan

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto tampak hadir didampingi pejabat tinggi negara saat menghadiri acara penyerahan hasil kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto tampak hadir didampingi pejabat tinggi negara saat menghadiri acara penyerahan hasil kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadiri langsung acara penyerahan hasil kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (13/5/2026). Dalam momen penting ini, pemerintah menerima setoran besar senilai Rp10,27 triliun yang merupakan hasil penagihan denda administratif serta penerimaan pajak dari pengelolaan kawasan hutan yang selama ini dikuasai secara tidak sah.

Kedatangan Prabowo disambut resmi di lokasi, tampak ia mengenakan pakaian safari berwarna cokelat khas dan peci hitam. Presiden terlihat tenang dan serius mengikuti seluruh rangkaian acara yang menjadi bukti nyata penegakan hukum dan pengembalian aset negara di sektor kehutanan yang selama ini kerap bermasalah.

Dalam kunjungan kerja ini, Prabowo didampingi langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Kehadiran kedua pejabat tinggi negara ini menegaskan komitmen lintas lembaga dalam menertibkan kawasan hutan demi kepentingan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup.

Setibanya di ruang acara, Presiden Prabowo menyapa dan bersalaman dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga negara yang hadir. Suasana berlangsung khidmat namun penuh semangat sebagai wujud dukungan terhadap langkah penertiban yang dilakukan secara tegas namun tertib hukum.

Deretan pejabat tinggi yang hadir antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Kehadiran para menteri ini menunjukkan bahwa hasil penertiban ini akan segera dikelola dan dimanfaatkan oleh masing-masing kementerian sesuai tugas pokok dan fungsinya.

BACA JUGA:  Pakar Unpad: Korupsi Kepala Daerah Bukan Soal Kurang Retret, Tapi Masalah Etika dan Moral

Selain jajaran menteri, turut hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri menjadi bukti bahwa penertiban kawasan hutan didukung penuh oleh aparat keamanan demi menjamin ketertiban dan kedaulatan wilayah.

Nilai total uang yang berhasil dikumpulkan dan diserahkan ke kas negara mencapai angka fantastis, yakni Rp10.270.051.886.464 atau dibulatkan menjadi Rp10,27 triliun. Angka ini menjadi bukti keberhasilan Satgas PKH dalam menindak tegas pelanggaran serta menagih kewajiban yang seharusnya disetorkan ke negara.

Rincian perolehan tersebut terdiri dari dua sumber utama. Pertama, hasil penagihan denda administratif yang dikenakan kepada pihak-pihak yang melanggar aturan penggunaan kawasan hutan mencapai Rp3,423 triliun. Denda ini dikenakan karena pelanggaran izin, alih fungsi lahan, maupun kerusakan lingkungan yang terjadi.

Kedua, penerimaan negara berasal dari penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak dan retribusi lainnya di luar PBB senilai Rp6,846 triliun. Dana ini merupakan kewajiban perpajakan yang selama ini tidak disetor atau terlewatkan oleh pengelola lahan, kini berhasil dikumpulkan kembali ke kas negara.

BACA JUGA:  Waspada Modus Penipuan Tilang Elektronik dan Kejaksaan Agung

Tak hanya berupa uang tunai yang masuk ke kas negara, capaian luar biasa lainnya adalah pemulihan aset berupa lahan. Satgas PKH berhasil menguasai kembali dan menyerahkan hak pengelolaan atas lahan seluas 2,3 juta hektare yang sebelumnya dikuasai sepihak atau digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Pengembalian lahan seluas itu memiliki makna strategis besar bagi Indonesia. Kawasan hutan tersebut kini kembali menjadi milik negara dan dapat dikelola untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah bencana alam, hingga dialihfungsikan untuk program ketahanan pangan dan energi sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Presiden Prabowo dalam kesempatan ini mengapresiasi kinerja Satgas PKH dan Kejaksaan Agung. Ia menegaskan langkah ini akan terus dilanjutkan agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan manfaatnya dapat dinikmati secara maksimal oleh seluruh rakyat Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan
Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer
Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform
PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan
Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam
Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta untuk Arahkan Demo: Perjuangan Mahasiswa Bisa Dibeli?
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030
Akhir Perjalanan Hukum Razman Arif Nasution: Dijebloskan ke Cipinang Usai Kalah di MA
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:16 WIB

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:56 WIB

PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:28 WIB

Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam

Berita Terbaru