Medan-Mediadelegasi: Idariani S, janda berusia 58 tahun ini, kini tengah mengadapi kesulitan untuk mendapatkan pengobatan.
Warga Jl M Yakub, Gg Sarif, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan ini diduga menderita batu dalam empedu tampak mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, Rabu (26/7).
Dengan pakaian sedikit lusuh, wajah pucat, Idariani S bersama dengan seorang tetangganya mengisahkan permasalahannya kepada petugas di dinas yang mengurusi administrasi kependudukan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak kecil, saya telah tinggal di Kota Medan dan memiliki identitas resmi. Namun, setelah saya menikah, almarhum orangtua saya mengeluarkan saya dari daftar Kartu Keluarga sebelum sempat membuat Kartu Keluarga bersama mendiang suamiku,” terang Idariani dengan perasaan sedih.
Nasib Ibu seorang anak ini mengusik perhatian Uba Pasaribu, seorang aktivis sosial yang banyak membantu masyarakat dalam isu-isu kependudukan dan sosial.
Menurut Uba, dalam membantu warga seperti Idariani, dia kerap dianggap sebagai calo. “Namun begitu tak menjadi halangan demi misi kemanusiaan,” kata Uba saat mendampingi Idariani.
Uba berharap, Idariani mendapatkan identitas resmi sehingga bisa segera mendapatkan akses perawatan medis yang layak. D|Red












