Tidak Etis, Ada Oknum Mengaku Aktivis 98 Gentayangan di Sumut

Sabtu, 20 Juni 2020 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasbiyah Siregar pada satu kesempatan di depan gedung Kejati Sumut. Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Aktivis Pergerakan Perempuan (Peran) Sumatera Utara, merasa heran dengan adanya aktivis karbitan yang muncul mengatasnamakan aktivis 98 gentayangan di Sumatera Utara.

“Sangat tidak etis jika ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis 98. Saya menilai banyak aktivis yang benar-benar berjuang di era 98 namun tidak menyematkan gelar tersebut,” ungkap Tasbiyah Siregar Sekretaris Peran Sumatera Utara kepada wartawan, Sabtu (20/6), di Medan.

Meski Tasbiyah enggan membeberkan nama aktivis dimaksud, namun dia yakin teman-teman pers bakal mengetahuinya. “Saya ga mau sebut nama atau inisial, nanti kawan-kawan media bakal mengetahui sendiri,” ungkapnya berteka-teki.

Terkait hal tersebut, Pembina Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Adian Yunus Yusak Napitupulu sangat menyayangkan jika ada orang yang mengaku sebagai aktivis 98 apalagi jika untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

BACA JUGA:  Puluhan Pengendara Terjaring Asmara Subuh Hari Terakhir

Melalui sambungan telepon, Adian memaparkan pergerakan para aktivis 98 itu perjuangannya tidak hanya di tahun 1998 saja. “Perjuangannya itu melainkan dari sejak awal tahun 90-an dari forum diskusi hingga advokasi masyarakat,” katanya.

Adian, pun menceritakan perjalanan perjuangan 98 juga mengalami jatuh bangun. “Jatuh lagi dan bangun lagi hingga bisa menggulirkan reformasi,” ungkapnya.

Namun perjuangan tersebut kini seolah-olah hanya dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi tertentu dengan mengaku sebagai aktivis 98.

“Sangat disayangkan Gerakan 1998 di klaim oknum aktivis. Apalagi klaim aktivis yang tidak pernah mengalami perjalanan panjang perjuangannya  alias aktivis karbitan, dan yang patut disayangkan ada juga yang mengaku aktivis 98 ini kerjanya mengkritisi pemerintah mengarah hal-hal tertentu dengan tujuan mencari uang dan bukan untuk kepentingan rakyat banyak,” ungkap Adian dikenal salahseorang aktivis 98.

BACA JUGA:  Reklamasi Membawa Bencana, Penguasa Dermaga Jangan Tutup Mata

Sementara itu, Langgeng Sistowo yang merupakan aktivis 97-98 mengungkapkan, aktivis 98 bukan berarti mereka lebih berhak atau pantas untuk memimpin atau merasa paling hebat.

Sebab dia menilai selama ini yang menodai perjuangan aktivis juga dari kalangan aktivis itu sendiri. “Kalau ada yang menjual nama aktivis 98 untuk status atau kepentingan pribadi dan menaikan pamor tinggal kita yang menilai layak tidaknya,” ucap pria yang akrab disapa Mas Sis ini.

Sis juga menambahkan, banyak dari aktivis seangkatannya yang pasif soal isu negara saat ini dan banyak pula yang lari dari dasar perjuangan 98.

“Yang jelas mereka yang menyebut dirinya aktivis 98 dan tidak menunjukan dasar dari niat dan tujuan reformasi, mereka itu lah yang merusak perjuangan 98,” ketusnya. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru