GMKI Siantar-Simalungun Desak Kejari Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi IMB Balei Merah Putih

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa dari GMKI unjuk rasa di depan Kantor Kejari Pematang siantar.D|Red

Massa dari GMKI unjuk rasa di depan Kantor Kejari Pematang siantar.D|Red

Pematangsiantar-Mediadelegasi: Massa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar – Simalungun berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar di Jalan Sutomo, Kamis (7/3). Dalam aksi itu massa membentangkan spanduk yang meminta usut tuntas dugaa korupsi proyek pembangunan gedung Telkom dengan nama Balei Merah Putih di Kota Pematangsiantar.

Pimpinan aksi, Rezeki Situmeang dalam orasinya menyatakan bahwa tindakan korupsi merupakan perbuatan yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan prinsip-prinsip integritas dan transparansi dalam pemerintahan.
Dalam hal ini katanya, mantan Kepala Dinas Perizinan atau DPM-PTSP Kota Pematangsiantar berinisial ES diduga terlibat kasus korupsi pembangunan gedung Telkom itu.
Dugaan tersebut menurut mereka, berkaitan biaya pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) dan analisis dampak lingkungan (Amdal) gedung Telkom itu sebesar Rp 1 miliar lebih. Padahal menurut Rezeki Situmeang, fakta dan informasi yang didapat berkaitan bukti pajak retribusi daerah, ternyata biaya pengurusan IMB yang dikeluarkan hanya Rp 43 juta.
“Maka kami dari GMKI meminta Kajari Pematangsiantar segera menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Balei Merah Putih. Kami juga mendesak kejaksaan memeriksa oknum pejabat inisial ES (mantan Kadis Perizinan) yang diduga terlibat korupsi pembangunan gedung Balei Merah Putih Kota Pematangsiantar itu,” kata Situmeang.

BACA JUGA:  Pemkab Simalungun Siapkan Berbagai Kegiatan, Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Saat melakukan aksi itu massa GMKI merasa kecewa, sebab Kajari Pematangsiantar yang ditunggu-tunggu tidak muncul menemui massa dan justru hanya diwakilkan kepada Plh Kasi Intel Kejari Pematangsiantar. Mahasiswa pun akhirnya meninggalkan Kantor Kejari dan bergerak ke kantor Bupati Simalungun untuk melanjutkan aksinya.

Plh Kasi Intel Kejari Pematangsiantar Richard Sembiring, saat dimintai wartawan tanggapan, Kamis (7/3), mengutarakan penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Telkom Balei Merah Putih itu sudah dilakukan sejak November 2023 lalu.
“Seiring proses itu, tanggal 4 Januari 2024, kejaksaan telah mengekspos perkara ini dan telah meningkatkan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” jawabnya.

Richard menambahkan, dalam proses penanganan kasus itu, Kejari telah memeriksa sekitar 30 orang saksi, termasuk ES dan juga tim ahli. Kemudian, saat ini kejaksaan masih menunggu proses perhitungan kerugian negara.
“Komitmen kita akan tetap menyelesaikan kasus ini secepat mungkin. Mari sama-sama menunggu proses yang sedang kita tangani,” kata Robert Sembiring,Tuntut Copot Sekdakab Simalungun
Sementara itu di aksi unjuk rasa yang berlanjut di Kantor Bupati Simalungun, massa GMKI menuntut Sekretaris Daerah berinisial ES dicopot.

BACA JUGA:  Sumut Canangkan Gerakan Tanam Pohon Bersama untuk Kaldera Toba

Orator massa di antaranya Indra Simarmata, Tiopan Sianipar, Febiana Saragih, Ferdinan Saragih dan Rezeki Situmeang secara bergantian melakukan orasi yang meminta ES dicopot karena dugaan korupsi pengurusan IMB dan Amdal gedung Telkom sewaktu dirinya menjabat Kepala Dinas Perizinan atau DPM-PTSP Kota Pematangsiantar.
“Kami meminta Bupati Simalungun mencopot sementara saudara ES sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun. Demikian tuntutan yang kami sampaikan,” kata kelompok GMKI.

Pengunjuk rasa didatangi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Simalungun, Albert R Saragih. Sebanyak 10 orang perwakilan GMKI diizinkan memasuki Kantor Bupati Simalungun untuk berdialog.
Albert mengapresiasi GMKI Siantar-Simalungun atas kepeduliannya terhadap aktivitas di pemerintahan. “Seluruh aspirasi yang disampaikan GMKI, akan disampaikan kepada pimpinan,” kata Albert.
Sementara itu, Sekda Simalungun ES tidak ditemukan wartawan di kantornya. Menurut pegawai di kantor tersebut, ES sedang melaksanakan tugas di Medan. Dihubungi berulangkali melalui telepon, ES pun tak kunjung meresponnya.D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 
Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali
Pelabuhan Tigaras Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang ke Samosir
Natal Berdarah di Simalungun, Empat Orang Ditembak
Jelang Nataru, Pemkab Simalungun Ajak Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB

Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:34 WIB

Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:33 WIB

Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali

Berita Terbaru