Ngamen ala Ajo, Cari Uang Beli Paket Data Belajar Daring

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2020 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edo dengan kostum lucu ngemen ala anak joget. Foto:D|medan|amirsyam

Edo dengan kostum lucu ngemen ala anak joget. Foto:D|medan|amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Fenomena usaha baru mengumpul receh di masa pandemi, ngamen ala anak joget (popular menyebut Ajo-red) begitu marak. Para pengeman ini hampir rata-rata usia sekolah. Mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

Kegiatan ini mereka isi saat masih pemberlakuan belajar tidak ke sekolah akibat pandemi. Semestinya mereka belajar lewat daring dari rumah, namun faktanya anak-anak ini harus keluar menjajakan layanan jasa menghibur di jalanan.

Seperti Edo siswa kelas satu SMP ini, dia ikut terjun di bisnis Ajo, dikarenakan kondisi ekonomi keluarga dan beban belajar lewat daring atau virtual yang mengharuskan Edo mencari tambahan untuk membeli paket data, agar dapat mengikuti pelajaran sekolah lewat daring.

“Awak kelas satu SMP, ikut ngamen buat beli pulsa dan makan di rumah sama adik-adik,” kata Edo kepada Mediadelegasi, Selasa (28/7). Edo bersama dua temannya yang masing-masing berperan sebagai operator musik dan peminta sumbangan kepada masyarakat yang melintas ataupun yang menyaksikan aksi mereka, tampak begitu semangat menghibur dengan aksi yang kocak, menari, berjoget hingga berguling-guling di tanah.

BACA JUGA:  Pusaran Dugaan Masalah Tata Kelola Di LLDikti Wilayah I: Dari Dugaan Mark Up Anggaran Hingga Hak Pekerja Yang Terabaikan

Bagi Edo dan kawan-kawan, cara ini paling gampang mendapatkan uang ketimbang mengamen menyanyi di lampu merah. “Enak ngamen macam gini om, joget-joget berkeringat dapat uang,” katanya sambil tertawa lepas.

Aktivitas mengemen ini, mereka geluti sudah hampir dua bulan sejak masa pandemi. Tak ke sekolah, praktis mereka tidak mendapatkan uang jajan dari orang tuanya. Saat ditanya pekerjaan orangtua mereka masing-masing, hampir rata pekerjaan orangtua mereka sebagai penarik betor, sopir angkot hingga pekerja bangunan.

“Bapak saya bawa angkot tujuan Amplas sampai Padangbulan, kadang bapak pulang  bawa uang pas buat makan, kadang untuk beli paket pulsa enggak ada, karena sepi penumpang, sementara mamak jualan jajanan di rumah uangnya pas untuk bayar kontrak rumah”, kata anak kecil ini lirih.

Kondisi pandemi ini mengharuskan semua berfikir inovatif agar mampu bertahan dengan keadaan seperti ini. Di tambah lagi dengan sistem belajar daring, maka semakin menambah beban orangtua, terkhusus yang serba pas-pasan ini.

BACA JUGA:  Pemko Medan Kedepankan Transparansi Program dan Anggaran

Banyaknya anak-anak usia sekolah yang secara tiba-tiba menjadi pengamen joget atau istilahnya Ajo, penghasilan yang lumayan. “Kalau pendapatan dari Joget ini, biasanya kami dapat 200rb bersih dan di bagi bertiga. Kalaupun sepi paling 100rb sudah bisa dibagi tiga buat bawa pulang,” katanya.

Pengadaan kostum badut dan peralatan audio disediakan toke dan mereka setor saat sudah selesai tugas lapangan.

Biaya sewa baju dan audio ini, anak-anak harus mengeluarkan ongkos seratus ribu rupiah setiap show. Wilayah operasi ngamen mereka sampai ke Belawan dengan menumpang angkot.

“Kami ngamen sampai Belawan om, di sana lumayan penghasilannya”, sambungnya.

Saat ditanya apakah anak-anak tidak dilarang mengamen oleh orang tua masing-masing, menurut mereka, bapak dan mamak tidak melarang. “Cuma bilang hati-hati di jalan dan jangan buat keributan dan jangan pulang malam-malam,” aku mereka. D|Med-67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru