Hasto Kristiyanto Bantah Tuduhan, Sebut Kesaksian Penyidik KPK Berbasis Opini

Jumat, 16 Mei 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasto Kristiyanto (Foto : Ist.)

Hasto Kristiyanto (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Sidang kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku dan perintangan penyidikan memasuki babak baru dengan kesaksian mengejutkan dari penyidik KPK, Arif Budi Raharjo. Kesaksian tersebut, yang menghadirkan Arif sebagai saksi atas terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, telah memicu reaksi keras dari Hasto.


Hasto Kristiyanto, dalam pernyataan di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, merasa keberatan atas kesaksian Arif. Ia menilai kesaksian tersebut didasarkan pada opini dan konstruksi, bukan fakta yang didasarkan pada penglihatan, pendengaran, atau pengalaman langsung. Hasto bahkan menyebut kesaksian tersebut sebagai “proses yang agak khusus, bahkan baru pertama kali terjadi.”


Pernyataan Hasto tersebut menyoroti keraguannya terhadap kredibilitas kesaksian Arif. Ia mempertanyakan bagaimana seorang penyidik KPK dapat memberikan kesaksian atas peristiwa yang tidak ia saksikan secara langsung. Hasto menekankan bahwa hal ini sangat memberatkan dirinya dalam persidangan.


Lebih lanjut, Hasto membantah tuduhan sebagai aktor intelektual di balik kasus suap Harun Masiku. Ia menjelaskan bahwa pengajuan judicial review ke Mahkamah Agung (MA) terkait status Harun Masiku di Dapil 1 Sumatera Selatan merupakan keputusan resmi DPP PDIP, bukan tindakan pribadi.


Hasto menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah konstitusional dan bagian dari hak partai politik untuk mengajukan judicial review. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut bersifat organisatoris dan dilakukan atas nama lembaga partai, bukan atas inisiatif pribadi.


Ia juga mengkritik penggunaan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) sebagai dasar untuk menuduh dirinya sebagai aktor intelektual. Hasto berpendapat bahwa Sprindik dikeluarkan atas nama lembaga KPK, bukan atas nama individu penyidik. Oleh karena itu, ia menolak tuduhan tersebut.


Hasto menyebut persidangan ini sebagai “persidangan daur ulang yang dipaksakan,” dengan bukti-bukti yang ia anggap didasarkan pada opini dan asumsi. Ia kembali menyoroti posisi Arif sebagai penyidik yang juga menjadi saksi, suatu hal yang menurutnya tidak lazim dan meragukan.


Dakwaan terhadap Hasto sendiri meliputi dua poin utama: perintangan penyidikan kasus Harun Masiku dan pemberian suap kepada mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. KPK mendakwa Hasto telah secara sengaja mencegah penangkapan Harun Masiku.


Terkait suap kepada Wahyu Setiawan, dakwaan menyebutkan Hasto memberikan Rp 600 juta bersama-sama Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku. Donny Tri Istiqomah kini berstatus tersangka, Saeful Bahri telah divonis bersalah, sementara Harun Masiku masih buron.


Persidangan ini masih berlanjut, dan pernyataan Hasto Kristiyanto telah menambah kompleksitas kasus ini. Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses penyidikan dan kredibilitas kesaksian yang disampaikan di pengadilan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Ucapkan Terima Kasih Maarten Paes ke Jokowi

3 tanggapan untuk “Hasto Kristiyanto Bantah Tuduhan, Sebut Kesaksian Penyidik KPK Berbasis Opini”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru