Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mengajak seluruh siswa SMA/SMK/SLB se-Sumut untuk membanggakan Danau Toba sebagai anugerah Tuhan yang diberikan kepada masyarakat Sumut. Siswa juga diharapkan dapat mengenalkan danau vulkano terbesar tersebut ke seluruh dunia, sehingga Kaldera Toba dapat terus menjadi warisan UNESCO Global Geopark (UGG).
Bobby Nasution menyampaikan hal ini dalam kegiatan Sosialiasi dan Edukasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut melalui platform Zoom Meeting. “Sumut ini memiliki satu kisah yang luar biasa, kita punya satu tempat, satu kawasan, satu sejarah yang memiliki cerita panjang,” kata Bobby.
Bobby Nasution menjelaskan bahwa sebagai anugerah yang diberikan Tuhan kepada Sumut, tentu Danau Toba harus dibanggakan. “Kita harus bangga dengan Danau Toba seperti kita bangga akan sekolah kita, bangga akan diri kita,” kata Bobby.
Bobby Nasution juga meminta kepada semua siswa untuk mengenal Danau Toba lebih dalam lagi. “Kalau sudah mengenal Danau Toba, maka akan muncul rasa sayang. Ibarat pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’, maka kenalilah Danau Toba,” kata Bobby.
Selain itu, Bobby Nasution juga mengajak siswa untuk mengunjungi Danau Toba dan geosite-geositenya pada hari Sabtu dan Minggu. “Ayo ajak orangtuanya mengunjungi Danau Toba, mengunjungi geosite-geositenya supaya kita semua bisa lebih mengenal Danau Toba,” kata Bobby.
Bobby Nasution juga meminta kepada pihak sekolah untuk mengutamakan kegiatan luar sekolah yang mendukung Danau Toba. “Sekolah bisa menggelar studi tour ke Danau Toba, sehingga kita bisa bersama-sama menjaganya dan mendukungnya,” kata Bobby.
Kegiatan ini dihadiri oleh GM Badan Pengelola Kaldera Toba, Azizul Kholis, Dewan Pakar Pengelola Kaldera Toba, RE Nainggolan, Plt Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Dikky Anugerah, Kadis Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, Kepala Sekolah, guru pendamping, dan diikuti sebanyak 72 ribu lebih siswa SMA/SMK/SLB se-Sumut.
Plt Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Dikky Anugerah mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menyosialiasikan pengetahuan tentang Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia kepada siswa SMA/SMK/SLB se-Sumut.
Dikky Anugerah juga mengatakan bahwa kegiatan ini ditargetkan menyasar 726 sekolah SMA/SMK/SLB se-Sumatera Utara dengan 72.400 siswa yang mengikuti. “Dan ini kita lihat luar biasa, antusiasme peserta sudah melebihi dari target,” kata Dikky.
Kadis Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan bahwa saat ini Kawasan geopark Kaldera Toba sedang mendapatkan kartu kuning oleh UNESCO pada penilaian tahun 2023 lalu. “Karena itu diharapkan dalam paninjauan ulang (revalidasi) UNESCO pada Juli 2025 mendatang, kawasan Kaldera Toba kembali mendapatkan kartu hijau dan tetap diakui sebagai warisan UNESCO Global Geopark,” kata Alexander.
Alexander Sinulingga juga mengatakan bahwa anak-anak harusnya patut berbangga karena mereka menjadi bagian dan ikut berpartisipasi dalam komitmen bersama agar Kawasan Danau Toba tetap diakui sebagai Kawasan UNESCO Global Geopark.
Dalam kesempatan itu, dua narasumber yakni GM Badan Pengelola Kaldera Toba, Azizul Kholis dan Dewan Pakar Pengelola Kaldera Toba, RE Nainggolan memaparkan tentang pengenalan Danau Toba kepada siswa.
Azizul Kholis memaparkan bahwa Danau Toba merupakan Kawasan UGG yang diakui internasional karena nilai geologisnya dan dikelola dengan pendekatan holistik yang mencakup perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
“Kita patut berbangga karena kaldera Toba merupakan warisan taman bumi terbaik di Indonesia karena memiliki keragaman geologi, hayati juga budaya,” kata Azizul.
Untuk mendukung upaya revalidasi geopark Kaldera Toba yang akan dinilai tim asesor UNESCO pada 15-20 Juli mendatang, maka sudah diusulkan kegiatan lomba menulis siswa tentang Danau Toba dan mendorong sekolah membentuk geopark corner.
SMA/SMK/SLB diharapkan dapat lebih banyak memberikan informasi tentang Kaldera Toba melalui brosur, flyer cetak dan digital sehingga menjadi rujukan tentang Kaldera Toba. “Kita harus serius menyatukan langkah berkolaborasi untuk Danau Toba,” kata Azizul.
Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa SMA/SMK/SLB se-Sumut dapat lebih mengenal dan peduli dengan Danau Toba, serta dapat membantu menjaga kelestarian Danau Toba sebagai warisan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






