Medan-Mediadelegasi: Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 6,9 mengguncang Cebu, Filipina, pada Selasa (30/9/2025), menyebabkan kerusakan parah dan merenggut nyawa puluhan orang. Hingga Rabu (1/10/2025) siang, jumlah korban tewas telah mencapai 69 orang, sementara lebih dari 140 orang mengalami luka-luka.
Kota Bogo menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan 27 korban tewas. Korban tewas lainnya tersebar di San Remigio dan kota-kota lain yang berdekatan dengan pusat gempa. Pihak berwenang khawatir jumlah korban tewas masih dapat bertambah seiring dengan upaya pencarian yang terus dilakukan.
Menurut data dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa terjadi pada pukul 21.59 waktu setempat, dengan titik pusat berada 21 km timur laut Kota Bogo pada kedalaman 5 km. Badan Survei Geologi AS (USGS) awalnya mencatat gempa bermagnitudo 7,0, sebelum memutakhirkan menjadi 6,9, dengan episentrum sekitar 11 km di tenggara Calape.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gempa susulan yang lebih kecil juga dilaporkan terjadi setelah gempa utama. Meskipun demikian, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tidak mengeluarkan peringatan tsunami.
Dampak gempa sangat terasa di berbagai wilayah Cebu. Bangunan di sebuah kompleks olahraga di Cebu dilaporkan runtuh saat pertandingan bola basket sedang berlangsung, menyebabkan beberapa orang tewas dan terluka.
Gereja Santo Petrus dan Paulus di Pulau Bantayan juga mengalami kerusakan parah dan runtuh akibat gempa tersebut. Selain itu, sebuah gerai restoran cepat saji di Bogo juga dilaporkan runtuh.
Akibat gempa ini, kegiatan belajar-mengajar di beberapa sekolah di berbagai kota Provinsi Cebu, termasuk Lapu-Lapu, Mandaue, Talisay, Minglanilla, Consolacion, dan Liloan, diliburkan untuk sementara waktu.
Pemerintah setempat telah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan medis ke wilayah-wilayah terdampak. Upaya pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan, sementara bantuan logistik dan medis disalurkan kepada para korban yang membutuhkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk saling membantu dan mendukung dalam menghadapi situasi sulit ini.
Gempa bumi yang mengguncang Cebu ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan dampak dari bencana alam dapat diminimalkan dan korban jiwa dapat dihindari. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












