Jakarta-Mediadelegasi: Perusahaan teknologi Grab Indonesia melakukan langkah strategis dengan membawa mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, Coffeenatics, ke ajang internasional. Coffeenatics hadir dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss.
Mitra Grab Coffeenatics Hadiri Forum Ekonomi Davos
Kehadiran brand kopi asal Medan ini bertujuan untuk menampilkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara kepada para pemimpin dunia. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa produk akar rumput Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan panggung di level global.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/apcs-jadi-ajang-promosi-umkm-sumatera-utara/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa kehadiran Coffeenatics di Paviliun Indonesia merupakan cerminan potensi besar UMKM lokal. Menurutnya, pelaku usaha kecil kini memiliki peluang besar untuk bertransformasi dan naik kelas secara signifikan.
“Ini menegaskan pentingnya peran teknologi dan kemitraan dalam mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan. Kami membawa pengalaman nyata UMKM Indonesia ke dalam percakapan ekonomi global,” ujar Neneng dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Neneng menambahkan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk konsistensi Grab dalam mengenalkan potensi lokal ke panggung internasional. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi digital yang inklusif.
Upaya ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Melalui forum ini, Grab ingin menunjukkan bagaimana ekosistem kemitraan dapat tumbuh bersama secara adil.
Selain memfasilitasi Coffeenatics, Grab juga berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi diskusi panel di WEF Davos 2026. Neneng Goenadi tampil langsung sebagai salah satu pembicara utama untuk membagikan perspektif mengenai perkembangan teknologi.

Dalam sesi tersebut, dibahas secara mendalam mengenai peran teknologi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Neneng menekankan bahwa keamanan dan keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam ekosistem Grab yang terus berkembang.
Menurut Neneng, ekonomi digital di Indonesia kini telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, pertumbuhan yang inklusif hanya dapat dicapai melalui infrastruktur yang kuat serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Grab berkomitmen penuh untuk memberdayakan UMKM melalui berbagai kemudahan, mulai dari akses permodalan hingga pemanfaatan teknologi terkini. Salah satu fokus utamanya adalah edukasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi para mitra.
Penerapan teknologi AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengelola bisnis mereka secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan fondasi digital yang kuat, diharapkan lebih banyak UMKM yang mampu menyusul jejak Coffeenatics ke kancah dunia.
Neneng menekankan bahwa perubahan ekonomi yang sesungguhnya dimulai dari tingkat akar rumput. Sinergi yang berkelanjutan antara platform digital, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing bangsa.
Grab juga terus berupaya menerjemahkan komitmen ekonomi inklusif ke dalam program-program nyata di berbagai daerah. Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi instrumen penting untuk menciptakan dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












