Gelombang Demonstrasi di Iran Korban 217 Orang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo besar-besaran di Iran. Foto: Ist.

Demo besar-besaran di Iran. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran semakin memanas pada Kamis (8/1/2026), dengan laporan mengenai tindakan represif dari pemerintah yang berujung pada jatuhnya ratusan korban jiwa.

Seorang dokter di Teheran mengungkapkan kepada TIME bahwa enam rumah sakit mencatat sedikitnya 217 korban tewas akibat peluru tajam. Sebagian besar korban adalah anak muda, termasuk mereka yang tewas di dekat kantor polisi Teheran utara, di mana pasukan keamanan dilaporkan memberondong gelombang demonstran dengan senapan mesin.

Jumlah kematian yang sangat mengkhawatirkan ini masih belum dapat dikonfirmasi secara independen. Pemerintah Iran sendiri telah memutus koneksi internet dan telepon nasional sejak Kamis malam, mempersulit akses informasi dari lapangan.

 

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/chandra-digitalisasi-perizinan-tarik-investor/

 

Gelombang Demonstrasi Meluas Ke 31 Provinsi

Demonstrasi yang kini meluas ke 31 provinsi merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi perekonomian yang semakin merosot. Tuntutan pun berkembang, dengan desakan untuk menggulingkan rezim yang telah berkuasa sejak 1979.

BACA JUGA:  Eskalasi di Teluk: Blokade AS dan Insiden Kapal Touska Picu Kebuntuan Negosiasi

Meskipun sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, dengan seruan “Kebebasan” dan “Matilah Diktator,” beberapa gedung pemerintah dilaporkan dirusak.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan jumlah korban tewas yang jauh lebih rendah, yaitu 63 orang, termasuk 49 warga sipil. Namun, mereka menekankan bahwa angka tersebut hanya mencakup korban yang telah teridentifikasi.

Di tengah situasi yang semakin memanas, rezim Iran menyiarkan serangkaian pesan yang mengancam. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusak yang berusaha menyenangkan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, jaksa Teheran mengancam para demonstran dengan hukuman mati. Seorang pejabat Garda Revolusi Islam bahkan memperingatkan orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari demonstrasi, dengan nada sinis mengatakan, “Jika peluru mengenai Anda, jangan mengeluh.”

BACA JUGA:  Benteng Bawah Tanah Iran: Siaga Penuh Hadapi AS

Tindakan represif pemerintah Iran ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Organisasi-organisasi HAM internasional mendesak pemerintah Iran untuk menghormati hak warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat secara damai.

Situasi di Iran saat ini sangat tegang dan tidak pasti. Demonstrasi diperkirakan akan terus berlanjut, sementara pemerintah tampaknya tidak akan segan-segan menggunakan kekerasan untuk memadamkan perlawanan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru