Medan-Mediadelegasi: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginstruksikan petugas di lapangan bekerja 24 jam untuk mempercepat pemulihan kondisi jalan di Provinsi Aceh. Ditargetkan dalam waktu 3-4 hari ke depan, fungsi jalan nasional di Aceh Tamiang dapat pulih.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa dengan pulihnya jalan nasional, aktivitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar. Pihaknya mencatat ada tiga ruas jalan terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, yaitu satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah.
Penanganan difokuskan pada pembersihan lumpur dan sedimentasi. Dody meminta petugas bekerja 24 jam dengan shift pagi-sore dan malam-subuh untuk membersihkan area tengah kota.
Ruas Jalan Kota Kuala Simpang-Batas Provinsi Sumatra Utara menjadi prioritas penanganan. Meski terdampak endapan lumpur, seluruh jembatan nasional di Aceh Tamiang dilaporkan dalam kondisi baik dan dapat dilalui.
Penanganan darurat Jalan Nasional di Aceh Tamiang telah dilakukan Kementerian PU sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Pembersihan masih difokuskan pada lumpur sedimentasi di bahu dan pinggir jalan.
Kementerian PU telah mengerahkan 22 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Aceh Tamiang. Di titik penanganan tertentu terdapat 12 alat berat dan 10 dump truck.
Di kawasan Kota Kuala Simpang, telah disiagakan 21 unit alat berat, namun masih perlu tambahan. Dody meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa disewa.
“Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi,” ujar Dody.
Dengan percepatan pekerjaan, diharapkan jalan nasional di Aceh Tamiang dapat pulih dalam waktu dekat dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Kementerian PU terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






