Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan apresiasi atas keberhasilan Geopark Kaldera Toba dalam mempertahankan status Green Card (kartu hijau) sebagai anggota jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Menurutnya, status internasional ini harus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga lokal.
Hal tersebut terungkap saat Gubernur Bobby Nasution menerima kunjungan Badan Pengelola Toba Caldera Geopark (BPTCG) di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (30/12/2025). Bobby Nasution menekankan bahwa pengembangan Kaldera Toba merupakan tanggung jawab bersama, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
“Penerimaan sertifikat Green Card dari UNESCO ini harus memberikan dampak langsung pada masyarakat sekitar Geopark. Investasi yang masuk diharapkan tidak merusak lingkungan pariwisata. Segala bentuk investasi harus kita kaji asas manfaatnya,” tegas Bobby Nasution.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Bobby Nasution mengingatkan agar pengelola lebih mengutamakan kemandirian terkait tawaran skema pembiayaan dari pihak luar yang mencakup opsi bantuan maupun pinjaman (loan). Ia berharap, pengembangan Geopark Kaldera Toba dapat dilakukan secara mandiri tanpa memberatkan konsep Geopark ke depan.
“Diharapkan dapat mengambil opsi secara mandiri yang tidak memberatkan konsep Geopark ke depan. Namun, bila konsep pembiayaan itu tidak memberatkan dan bermanfaat bagi masyarakat, kita dapat mempertimbangkannya,” katanya.
Sebelumnya, General Manager BPTCG, Azizul Kholis, melaporkan bahwa sertifikat Green Card tersebut dijadwalkan akan diterima secara resmi pada Februari 2026 di Sekretariat UNESCO, Prancis. Selain itu, Toba Caldera diproyeksikan menjadi pusat penelitian Geopark se-Asia Pasifik dan menerima tawaran investasi pembiayaan.
Azizul Kholis juga menyampaikan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan BPTCG, meliputi penyelenggaraan acara besar pada September 2026, yang akan mengumpulkan aktivis, pengusaha, dan akademisi. Kegiatan ini bertujuan menjadikan Kaldera Toba sebagai pusat penelitian Geopark se-Asia Pasifik.
“Kemudian kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk memetakan dan meningkatkan infrastruktur di wilayah prioritas Geopark. Diharapkan Geopark ini tidak hanya sekadar label, tetapi menjadi motor pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Dengan dipertahankannya status Green Card UNESCO, diharapkan Geopark Kaldera Toba dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal.
Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam dan budaya di kawasan Danau Toba.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Geopark Kaldera Toba dan memastikan bahwa status Green Card UNESCO ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempromosikan potensi pariwisata Sumatera Utara ke kancah internasional. D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.












