Medan-Mediadelegasi: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu. Apresiasi ini diberikan terkait penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Tito Karnavian Kagum Kepada Bobby Nasution dan Masinton Pasaribu
Secara khusus, Tito Karnavian menyampaikan kekagumannya terhadap ide kreatif yang diinisiasi oleh Bobby Nasution dan Masinton Pasaribu, yaitu memanfaatkan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, untuk dijadikan tanggul penahan banjir. Ide ini dinilai sangat efektif dan inovatif dalam mengatasi permasalahan banjir di wilayah tersebut.
Kecamatan Tukka, terutama Kelurahan Hutanabolon, merupakan daerah yang paling terdampak oleh bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu. Sungai yang melintasi kelurahan ini dipenuhi dengan lumpur, batu, dan material kayu, sehingga air meluap dan membanjiri pemukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), dan pemerintah pusat segera bergerak cepat untuk melakukan normalisasi sungai tersebut. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai kemudian dimanfaatkan untuk dijadikan tanggul penahan sungai.
“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian, usai meninjau langsung pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Tapteng, pada Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/guci-tegal-diterjang-banjir-bandang-akses-terputus/
Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman warga dengan lahan sawah dan kebun mereka.
“Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat, mempermudah mobilitas masyarakat di sini, ide dan kerja samanya sangat bagus,” kata Tito Karnavian.
Bobby Nasution menambahkan bahwa tanggul yang dibangun tersebut akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat. Tanggul yang dibangun memiliki panjang mencapai 10,5 Km dan merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI, dan Polri.
“Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri dan Pemkab Tapteng,” kata Bobby Nasution.
Selain meninjau normalisasi sungai di Tukka, rombongan juga berkesempatan untuk meninjau rehabilitasi PLTA Sipansipahoras, Tapanuli Tengah. PLTA ini juga terdampak banjir dan longsor, namun saat ini sudah kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. D|Red-Hendra.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












