Kadis UMKM Sumut Jadi Tersangka Korupsi Mentawai

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait. (Foto:Ist)

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Naslindo Sirait. (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi: Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Kadis UMKM) Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, kini harus berhadapan dengan hukum. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang diperkirakan merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Kadis UMKM Sumut Terlibat Kasus Korupsi Mentawai

Penetapan status tersangka ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai. Kasus yang menjeratnya berkaitan dengan dugaan penyimpangan pengelolaan dana penyertaan modal di Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Kemakmuran Mentawai.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/kejari-mentawai-tetapkan-dua-tersangka-korupsi-perusda/

Perkara ini berfokus pada penggunaan anggaran tahun 2018 hingga 2019 saat Naslindo masih bertugas di wilayah tersebut. Selain dirinya, pihak kejaksaan juga menetapkan seorang tersangka lain yang hanya diidentifikasi dengan inisial YD.

Naslindo Sirait dan YD diketahui pernah menduduki posisi penting dalam struktur manajemen perusahaan daerah tersebut. Keduanya tercatat menjabat sebagai Dewan Pengawas Perusda Kemakmuran Mentawai untuk periode tahun 2017 sampai 2020.

Pengumuman resmi mengenai status hukum keduanya disampaikan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat pada Jumat (23/1) pekan lalu. Penyidik menetapkan mereka sebagai tersangka setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan panjang.

BACA JUGA:  Sumut Optimalkan Koperasi Desa: Targetkan Ratusan KMP Beroperasi Tahun Depan

Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai, R. Ahmad Yani, memberikan penjelasan terkait dasar hukum penetapan tersebut. Langkah ini diambil setelah tim penyidik mengumpulkan berbagai bukti kuat serta melakukan gelar perkara yang mendalam.

Ahmad Yani merinci bahwa timnya telah memeriksa sejumlah saksi kunci dan meminta keterangan dari para ahli. Selain itu, alat bukti berupa surat-surat dokumen resmi juga telah dikantongi oleh pihak kejaksaan untuk memperkuat tuntutan di pengadilan.

Berdasarkan hasil audit tim pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, kerugian negara dalam kasus ini cukup fantastis. Total uang rakyat yang diduga diselewengkan mencapai angka Rp7.872.493.095 atau sekitar Rp7,8 miliar lebih.

Dalam proses pengembangannya, penyidik telah memeriksa sebanyak 36 orang saksi untuk menggali fakta. Para saksi tersebut berasal dari unsur pengurus Perusda, jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, hingga pihak swasta terkait.

BACA JUGA:  Kejari Mentawai Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Perusda

Tidak hanya mengandalkan keterangan saksi, penyidik juga melibatkan lima orang ahli dari berbagai disiplin ilmu. Kehadiran para ahli ini bertujuan untuk memberikan landasan pembuktian yang tidak terbantahkan secara teknis hukum.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka menghadapi dakwaan primair dan subsidair yang mengancam dengan sanksi pidana penjara serta denda yang cukup berat.

Meski sudah berstatus tersangka, pihak kejaksaan memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Naslindo maupun YD. Penyidik menilai bahwa keduanya sejauh ini bersikap sangat kooperatif dan selalu memenuhi panggilan yang dilayangkan.

Kejari Mentawai menegaskan akan terus memantau fakta-fakta baru yang muncul dalam persidangan sebelumnya yang melibatkan Direktur Utama Perusda tersebut. Kejaksaan berjanji akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan terbuka untuk umum.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026
Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank
Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif
Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi
Proyek Turap Nias Dipercepat: Bobby Nasution Targetkan Selesai Sebelum Nataru
Wagub Surya Dukung Revisi Perda Narkoba Sumut, Larang ASN Vape & Antisipasi Narkoba Jenis Baru
Bobby Nasution Pastikan Pasokan BBM Nias Aman Jelang Nataru, Atasi Pembatasan Tonase Jalan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:57 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB