Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima kunjungan diplomatik perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (11/3/2026). Pertemuan tersebut turut membahas peluang Kerja Sama Perfilman antara Sumatera Utara dan Thailand yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Kerja Sama Perfilman Jadi Topik Pertemuan Diplomatik
Dalam pertemuan itu, Kerja Sama Perfilman menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan selain sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menilai industri kreatif, khususnya film, dapat menjadi jembatan kolaborasi antara daerah dengan negara sahabat seperti Thailand.
Kunjungan diplomatik itu dipimpin oleh Charge D’Affaires Royal Thai Embassy in Jakarta, Hathaichanok Riddhagni Frumau, bersama rombongan perwakilan Thailand lainnya.
Turut hadir pula Honorary Consul Royal Thai Honorary Consulate di Medan, Martono Anggusti yang mendampingi delegasi dalam pertemuan tersebut. Kehadiran para perwakilan ini juga membuka ruang diskusi mengenai peluang Kerja Sama Perfilman yang dapat dilakukan antara Thailand dan Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution menyampaikan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand telah terjalin cukup lama dan membuka banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih luas.
Menurutnya, hubungan baik antarnegara tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang besar sehingga dinilai cukup menarik bagi investor asing, termasuk dari Thailand.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/sensus-ekonomi-sumut-sasar-dua-juta-pelaku/
Selain itu, posisi Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi besar di Indonesia juga memberikan peluang pengembangan kerja sama di bidang ekonomi kreatif.
Bobby Nasution menyebutkan salah satu sektor yang dapat dikembangkan bersama adalah industri perfilman.
Menurutnya, produksi film di Indonesia, khususnya genre horor, memiliki kemiripan dengan industri film yang berkembang di Thailand.








