Serangan IRGC Iran Guncang Armada Militer AS

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang AS-Israel VS Iran. Foto: Ist.

Perang AS-Israel VS Iran. Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Aksi militer bertajuk Serangan IRGC Iran dilaporkan mengguncang kawasan Teluk setelah Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim menyerang sejumlah aset militer Amerika Serikat di wilayah Kuwait dan sekitarnya.

Serangan IRGC Iran Targetkan Kapal dan Pangkalan

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut Angkatan Laut mereka melancarkan operasi besar terhadap kapal pendaratan militer milik Amerika Serikat di Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait, pada Jumat malam.

Sebanyak enam kapal disebut menjadi sasaran dalam serangan tersebut, dengan tiga di antaranya diklaim tenggelam sementara sisanya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.

Operasi ini merupakan bagian dari gelombang ke-84 dalam rangkaian militer yang disebut “True Promise 4”, yang diklaim menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk.

Selain di Kuwait, IRGC juga mengklaim meluncurkan serangan ke wilayah Uni Emirat Arab, khususnya di area pesisir dekat Dubai.

BACA JUGA:  Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Serangan tersebut dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, serta ratusan proyektil yang disebut mencapai total 380 unit.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tabrakan-maut-motor-terbakar-hebohkan-jalan-sutrisno-medan/

Tidak hanya itu, IRGC juga menyatakan telah menargetkan lokasi yang diduga menjadi titik berkumpul personel unit drone militer AS di sepanjang garis pantai Teluk.

Sebuah hotel di Dubai juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone kamikaze dalam operasi yang diklaim dilakukan dengan presisi tinggi.

Pihak Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban dari pihak Amerika serta menghancurkan sejumlah aset militer taktis.

Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut adanya operasi mendadak yang juga menargetkan posisi terkait AS dan Israel di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Menurutnya, serangan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka di pihak militer Amerika yang kemudian dilarikan ke berbagai rumah sakit setempat.

BACA JUGA:  Ramalan Baba Vanga 2026 Picu Spekulasi Global Baru

Zolfaghari menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh pasukan AS keluar dari kawasan tersebut.

Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengumumkan serangan terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.

Laporan The Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (28/3/2026), sedikitnya 12 tentara AS mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, termasuk dua orang dalam kondisi kritis.

Selain korban jiwa, satu pesawat pengisian bahan bakar militer juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman rudal dan drone.

Serangan ini menjadi yang kedua kalinya pangkalan tersebut menjadi target sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026.

Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan potensi eskalasi konflik yang lebih luas jika tidak segera mereda. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia
Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:06 WIB

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Berita Terbaru