PHTC Dairi Pacu Transformasi Infrastruktur Pendidikan di Ponpes

PHTC Dairi
Papan informasi proyek PHTC di Pondok Pesantren di Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. (Foto: Ist.)

Dairi-Mediadelegasi: Sektor pendidikan keagamaan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kini tengah bersiap menyambut wajah baru melalui realisasi proyek PHTC Dairi yang menyasar sejumlah lembaga pendidikan. Melalui inisiasi Kementerian Pekerjaan Umum via Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, tiga Pondok Pesantren (Ponpes) besar di wilayah ini resmi mendapatkan kucuran proyek strategis nasional. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan minimnya fasilitas pendidikan yang selama ini dirasakan oleh para santri dan tenaga pendidik di Bumi Kopi tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (6/4/2026), proyek ini menyasar klaster pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Dairi yang berlokasi di Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang. Adapun institusi yang mendapatkan manfaat langsung dari renovasi besar-besaran ini meliputi MIS Pesantren Dairi, MTsN Pesantren Dairi, dan MAS Pesantren Dairi. Langkah ini dipandang sebagai bentuk pemerataan pembangunan fisik di wilayah pelosok Sumatera Utara.

PHTC Dairi: Sinergi Pembangunan dan Kualitas Prasarana

Nama kegiatan yang terpampang pada papan proyek tersebut adalah Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Sumatera Utara. Proyek PHTC Dairi ini tidak main-main, mengingat pengerjaannya dipercayakan kepada kontraktor PT Toleransi Aceh dengan nomor kontrak HK 02.03/PHTC/G.5/PPK PPS.1/05/2025. Anggaran fantastis senilai Rp28.985.224.370 telah disiapkan guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan memenuhi standar kelayakan nasional.
Menariknya, skema pengerjaan proyek ini dilakukan secara kolektif di enam titik lokasi berbeda di Sumatera Utara. Selain tiga sekolah di Dairi, renovasi serupa juga menyentuh MTsS Pembina Maligas Bayu di Simalungun, MIS Al-Ittihadiyah di Karo, dan MIS Al-Ihsan di Langkat. Hal ini menunjukkan bahwa fokus pemerintah tidak hanya tersentralisasi pada satu kabupaten, melainkan tersebar untuk mendongkrak mutu pendidikan secara regional.

Bacaan Lainnya

Implementasi PHTC Dairi Melalui Anggaran APBN 2025-2026

Masa pelaksanaan proyek direncanakan berlangsung selama 240 hari kalender, diikuti dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Sumber dana proyek PHTC Dairi ini sepenuhnya berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026. Kehadiran PT Laras Sembada KSO PT Citra Yasa Persada sebagai konsultan Manajemen Konstruksi (MK) diharapkan dapat menjaga integritas bangunan dan ketepatan waktu pengerjaan di lapangan.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/barikade-fiskal-tangguh-jaga-apbn-dari-perang-global/

Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Kamidun Solin, memberikan respons positif terhadap progres fisik yang mulai terlihat. Menurutnya, revitalisasi ini merupakan angin segar bagi dunia pendidikan Islam di Dairi. Ia menekankan bahwa prasarana yang kokoh dan modern adalah pondasi utama dalam menciptakan ekosistem belajar yang kondusif bagi para santri agar lebih kompetitif di masa depan.

PHTC Dairi Menjamin Keberlangsungan Belajar Santri

Dalam konfirmasinya melalui sambungan telepon, Kamidun berharap agar pengerjaan di lapangan berjalan sesuai jadwal tanpa mengesampingkan aspek kualitas. Ia secara khusus menyoroti pentingnya efisiensi waktu agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu terlalu lama. Partisipasi aktif semua pihak dalam mengawasi proyek PHTC Dairi sangat diperlukan agar hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pos terkait