Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanis Muntah Setinggi 1.400 Meter

Senin, 4 Mei 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Dukono di Maluku Utara saat mengalami erupsi pada Senin, 4 Mei 2026. Gunung ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.400 meter di atas puncak yang berarah ke utara dan timur laut. Foto: Ist.

Gunung Dukono di Maluku Utara saat mengalami erupsi pada Senin, 4 Mei 2026. Gunung ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.400 meter di atas puncak yang berarah ke utara dan timur laut. Foto: Ist.

Ternate-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanis kembali meningkat di wilayah Maluku Utara. Gunung Dukono dikabarkan mengalami erupsi pada Senin pagi, 4 Mei 2026, memuntahkan material vulkanis ke udara dengan ketinggian yang cukup signifikan.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut terjadi tepat pada pukul 07.46 Waktu Indonesia Timur (WIT).

Ketinggian kolom abu yang teramati mencapai sekitar ± 1.400 meter di atas puncak kawah. Apabila dikonversikan ke ketinggian di atas permukaan laut, posisi puncak abu tersebut berada pada ketinggian sekitar 2.487 meter.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (4/5/2026).

Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi ini juga terekam jelas pada alat pemantau seismograf. Data mencatat bahwa erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 10 mm dengan durasi kejadian berlangsung selama 58,18 detik.

BACA JUGA:  Resmi Dilantik Prabowo, Setyo Budiyanto jadi Ketua KPK Baru

Hingga laporan ini dibuat, aktivitas erupsi dikabarkan masih berlangsung dan terus dipantau secara ketat oleh petugas pengamatan di lapangan.

Saat ini, status aktivitas Gunung Dukono masih berada pada level II atau kategori Waspada. Artinya, gunung tersebut sedang mengalami peningkatan aktivitas yang perlu diwaspadai namun belum mencapai tahap bahaya tertinggi.

Sebagai langkah antisipasi, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat maupun wisatawan. Warga dilarang keras untuk melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati area Kawah Malupang Warirang, terutama di dalam radius aman sejauh 4 kilometer dari puncak.

PVMBG juga menambahkan bahwa letusan dengan penyemburan abu vulkanik ini terjadi secara periodik atau berulang dalam waktu tertentu.

BACA JUGA:  Erupsi Gunung Marapi, Pihak Berwenang Imbau Masyarakat Waspada

Penting untuk diketahui bahwa sebaran abu vulkanis sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin yang berubah-ubah. Oleh karena itu, area yang terkena dampak hujan abu atau landaan tidak tetap dan bisa berpindah sewaktu-waktu.

“Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan,” tulis PVMBG.

Penggunaan alat pelindung diri ini sangat disarankan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik yang bisa mengganggu sistem pernapasan dan kesehatan tubuh secara umum. Warga diminta untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap perkembangan situasi terkini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek
Kasus Korupsi MBG Meluas: Kolonel TNI Aktif Terlibat, Pengadaan Sepeda Motor Diduga Sarat Penyimpangan
Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar
KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing
Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi
Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas
Sidang Perdana Dokter Tifa: Dikawal 25 Pengacara, Brimob Dikerahkan, Publik Pertanyakan Keadilan
Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dilakukan Secara Langsung oleh Rakyat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:32 WIB

OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:19 WIB

Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:37 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:29 WIB

Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB