Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anang Supriatna Kapuspenkum Kejagung memberikan keterangan kepada awak media terkait pengajuan upaya hukum banding atas vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Foto: Ist.

Anang Supriatna Kapuspenkum Kejagung memberikan keterangan kepada awak media terkait pengajuan upaya hukum banding atas vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak tinggal diam atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Lembaga penuntut negara resmi mengajukan upaya hukum banding, dengan pertimbangan bahwa putusan tersebut dinilai belum mencerminkan rasa keadilan bagi kerugian negara yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Kepastian ini disampaikan secara resmi oleh juru bicara Kejagung, Anang, pada Kamis (2/7/2026). Ia menegaskan bahwa tim penuntut umum telah menerima salinan resmi putusan pengadilan dan langsung mengambil langkah hukum lanjutan pada hari yang sama.

“Tim Penuntut Umum sudah menerima salinan putusan dari Pengadilan Tipikor, dan pada hari ini kami sudah menyatakan upaya hukum banding terhadap perkara tersebut,” tegas Anang.

Meskipun melanjutkan perjuangan hukum, pihak kejaksaan menyatakan tetap menghormati proses hukum yang telah berjalan. Namun, penghormatan itu tidak menghilangkan kewajiban untuk memastikan hukuman yang diberikan setimpal dengan dampak kerugian yang ditimbulkan.

“Kami tetap mengapresiasi dan menghormati putusan pengadilan yang telah ditetapkan. Namun, kami melihat masih ada hal-hal yang belum terakomodir secara maksimal, sehingga kami mengajukan banding guna memperjuangkan keadilan yang lebih nyata,” tambahnya.

BACA JUGA:  Waspada Modus Penipuan Tilang Elektronik dan Kejaksaan Agung

Anang belum merinci secara rinci poin-poin keberatan yang akan diajukan. Ia menjelaskan bahwa seluruh argumen dan alasan kuat akan dituangkan secara tertulis dalam dokumen memori banding yang akan diserahkan kepada pengadilan tingkat banding dalam waktu dekat.

“Saat ini kami baru menyatakan sikap resmi. Nanti dalam memori banding akan dijelaskan secara mendetail apa saja yang menurut kami belum sesuai. Termasuk juga hal terkait status penahanan dan ketentuan hukuman yang dijatuhkan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, majelis hakim telah memutuskan Nadiem Makarim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Atas perbuatannya, ia dihukum penjara selama 10 tahun, ditambah denda sebesar Rp1 miliar.

Denda tersebut harus dilunasi paling lambat satu bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap, dengan perpanjangan waktu maksimal satu bulan lagi. Jika tidak dibayar, asetnya akan disita dan dilelang; jika masih kurang, denda tersebut diganti dengan kurungan selama 190 hari.

BACA JUGA:  Benarkah Nadiem Makarim Terlibat Kasus Chromebook Rp9,9 Triliun?

Lebih berat lagi, hakim membebankan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp809.597.125.000. Jumlah ini mencerminkan besarnya kerugian keuangan negara akibat proyek pengadaan perangkat pendidikan yang seharusnya dinikmati oleh jutaan siswa di seluruh Indonesia.

Apabila uang pengganti senilai ratusan miliar itu tidak dilunasi dalam batas waktu yang ditentukan, jaksa berwenang menyita seluruh harta kekayaan yang dimiliki. Jika nilainya tidak mencukupi, Nadiem harus menambah masa tahanan selama lima tahun lagi sebagai ganti rugi.

Putusan juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani selama proses persidangan akan dikurangkan dari masa hukuman. Namun, hakim tetap memerintahkan agar Nadiem Makarim tetap berada dalam tahanan hingga ada kepastian hukum lebih lanjut. Pengajuan banding ini kini menjadi sorotan publik, yang berharap hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang jabatan, demi memulihkan kerugian negara dan memberikan efek jera yang nyata. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Korupsi MBG Meluas: Kolonel TNI Aktif Terlibat, Pengadaan Sepeda Motor Diduga Sarat Penyimpangan
KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing
Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi
Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas
Sidang Perdana Dokter Tifa: Dikawal 25 Pengacara, Brimob Dikerahkan, Publik Pertanyakan Keadilan
Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dilakukan Secara Langsung oleh Rakyat
Filosofi Mendalam Logo HUT RI ke-81: Berakar pada Kedaulatan Rakyat dan Kekayaan Budaya Nusantara
Pernyataan Tegas Prabowo di Hari Bhayangkara: Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:54 WIB

Kasus Korupsi MBG Meluas: Kolonel TNI Aktif Terlibat, Pengadaan Sepeda Motor Diduga Sarat Penyimpangan

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:19 WIB

Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:37 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:29 WIB

Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas

Berita Terbaru