Lampung-Mediadelegasi: Kronologi lengkap peristiwa nahas yang merenggut nyawa Brigadir Polisi (Brigpol) Arya Supena, anggota Polda Lampung, mulai terungkap lewat keterangan saksi mata. Peristiwa penembakan itu terjadi saat almarhum sedang memergoki aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan sekelompok orang di kawasan Bandar Lampung, Sabtu pagi (9/5/2026).
Kejadian berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Kedaton, tepatnya di depan sebuah toko oleh-oleh yang saat itu belum beroperasi penuh. Di waktu tersebut, suasana di sekitar lokasi masih terbilang sepi, meskipun langit sudah mulai terang dan beberapa warga baru mulai mempersiapkan aktivitas harian.
Brigpol Arya diketahui bertugas sebagai anggota Bantuan 3 Subdit IV Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Lampung. Ia ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di bagian kepala, dan sempat dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis intensif, namun nyawanya tidak tertolong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu saksi mata kunci, Andri, yang juga pemilik tempat usaha di lokasi kejadian, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Saat kejadian berlangsung, ia sedang berada di mess karyawan yang terletak di lantai dua bangunan tersebut, dan baru terbangun setelah ada karyawan yang memberitahukan adanya suara-suara mencurigakan dari bawah.
“Saya dengar suara tembakan, terus disusul ada suara orang yang menjerit keras,” ungkap Andri saat ditemui di lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa suara letusan senjata api itu hanya terdengar satu kali saja, namun suara jeritan tersebut cukup jelas terdengar hingga ke tempat ia berada.
Setelah mendengar suara itu, salah satu karyawan Andri yang sedang mempersiapkan barang dagangan langsung melihat ke bawah. Di situlah mereka melihat sosok pria yang sudah tergeletak di aspal jalan raya dalam keadaan masih mengenakan helm pelindung kepala. Saat itu mereka belum mengetahui bahwa korban adalah seorang anggota kepolisian.
“Pas dilihat ke bawah, korban sudah jatuh tergeletak. Saat itu juga sempat terlihat ada dua orang yang bergerak cepat dan lari menjauh ke arah sana, kami belum sempat bereaksi,” jelas Andri sambil menunjuk ke arah jalan tempat pelaku melarikan diri usai melakukan aksinya.
Andri mengaku sama sekali tidak mengetahui tujuan Brigpol Arya datang ke lokasi tersebut pagi-pagi sekali. Mengingat saat itu toko masih tertutup dan aktivitas baru dimulai untuk penerimaan pasokan roti, kehadiran korban menjadi misteri bagi warga sekitar hingga aparat tiba.
“Tidak ada yang tahu korban datang mau ngapain atau sedang mengawasi apa. Tiba-tiba saja kami mendengar suara tembakan itu. Lokasi saat itu masih sepi, belum banyak orang lewat, jadi kejadiannya berlangsung sangat cepat,” tambah Andri lagi.
Baru setelah petugas kepolisian berdatangan dan mengamankan lokasi, warga di sekitar baru mengetahui identitas korban. Ternyata, pria yang ditemukan bersimbah darah itu adalah anggota Intelkam Polda Lampung yang sedang bertugas, kemungkinan besar sedang memantau atau menggagalkan tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor.
Berdasarkan rekonstruksi awal dan keterangan saksi, polisi menyimpulkan bahwa saat itu Brigpol Arya sedang memergoki dua orang yang sedang beraksi mencuri sepeda motor. Terjadi ketegangan dan perlawanan dari pelaku, hingga akhirnya salah satu dari mereka melepaskan tembakan ke arah korban sebelum kabur.
Saat ini, jajaran kepolisian Polda Lampung telah membentuk tim khusus dan sedang bergerak aktif memburu kedua terduga pelaku tersebut. Berdasarkan deskripsi saksi dan rekaman kamera pengawas yang ada di sekitar lokasi, kedua pelaku itu kini menjadi buronan utama dan diburu ke seluruh wilayah untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini dengan prioritas tertinggi, mengingat korban gugur saat menjalankan tugas negara demi menjaga keamanan masyarakat. Seluruh petugas diminta bersiaga dan mengumpulkan segala bukti untuk memastikan keadilan ditegakkan bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












