Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana Nonton Bareng Piala Dunia di Kesawan Medan, Minggu(28/06/2026). Sumber (Instagram RicoWaas)

Foto: Suasana Nonton Bareng Piala Dunia di Kesawan Medan, Minggu(28/06/2026). Sumber (Instagram RicoWaas)

Medan-Mediadelegasi: Pelaksanaan nonton bareng (nobar) Piala Dunia yang digelar Pemerintah Kota Medan di kawasan Kota Tua Kesawan, Minggu (28/6/2026), menuai perhatian publik. Sorotan bukan tertuju pada jalannya pertandingan, melainkan pada pengaturan tempat duduk antara jajaran pejabat dan masyarakat yang hadir.

Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama sejumlah pejabat tampak duduk di kursi pada barisan terdepan menghadap layar utama. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat terlihat menyaksikan pertandingan dengan duduk di atas aspal maupun berdiri di belakang area yang ditempati para pejabat.

Perbedaan fasilitas tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan apakah sebuah kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat seharusnya memberikan kenyamanan yang lebih setara kepada seluruh peserta. Namun, ada pula yang berpendapat pengaturan kursi bagi pejabat dimungkinkan berkaitan dengan kebutuhan protokoler maupun teknis penyelenggaraan.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Tekankan Pentingnya Peran ATR/BPN dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kepastian Hukum atas Lahan

Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun Instagram @pakdosentraveller yang menulis, “Kita yang menggaji mereka kenapa kt yang di aspal????” Komentar tersebut mendapat perhatian pengguna lain dan menjadi salah satu respons yang mencerminkan pandangan sebagian masyarakat terhadap pengaturan tempat duduk dalam acara tersebut.

Di sisi lain, terdapat pula warganet yang mengingatkan agar penilaian dilakukan secara proporsional. Menurut mereka, pengaturan kursi bisa saja disesuaikan dengan kapasitas kegiatan dan kebutuhan protokoler, sementara esensi utama kegiatan nobar tetap sebagai ajang kebersamaan masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan melalui sejumlah pemberitaan menyampaikan bahwa kegiatan nobar di Kesawan digelar untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat menikmati pertandingan Piala Dunia bersama. Wali Kota Rico Waas juga hadir dan berbaur dalam kegiatan tersebut.

Meski demikian, dokumentasi yang beredar di media sosial memunculkan persepsi berbeda di kalangan sebagian masyarakat. Dalam kegiatan yang melibatkan publik, aspek simbolik seperti pengaturan tempat duduk, akses, dan fasilitas kerap menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi citra pelayanan pemerintah.

BACA JUGA:  PDI Perjuangan Sumut Tanam 35 Ribu Pohon di Sumut

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Medan yang secara khusus menerangkan alasan pengaturan posisi tempat duduk pada kegiatan tersebut. Karena itu, berbagai tanggapan yang berkembang saat ini masih merupakan respons publik yang muncul dari dokumentasi yang beredar di media sosial.

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menilai substansi sebuah kegiatan, tetapi juga simbol-simbol yang menyertainya. Bagi sebagian warga, semangat kebersamaan dalam acara publik dinilai akan lebih terasa apabila seluruh peserta menikmati kegiatan dengan fasilitas yang lebih setara. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final

Berita Terbaru