Presiden Prabowo Akan Luncurkan BBM B50, Langkah Strategis Percepat Transisi Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan secara resmi meluncurkan bahan bakar minyak jenis B50 pada Kamis, 9 Juli 2026 mendatang. BBM ini merupakan inovasi baru yang terdiri dari campuran sebesar 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar, sebagai wujud nyata program transisi energi nasional.

Kepastian jadwal peluncuran ini disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari. Ia menyebutkan acara peluncuran akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, yang direncanakan berlangsung dalam rentang satu hingga dua minggu ke depan.

“Peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1–2 minggu ke depan. Kalau tidak salah rencananya tanggal 9, nanti bisa dikonfirmasi ulang menjelang hari pelaksanaannya,” ujar Qodari saat memberikan keterangan pers pada Sabtu (4/7/2026).

Pemberlakuan BBM B50 telah memiliki landasan hukum yang jelas, yaitu tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Aturan ini mengatur kewajiban pencampuran bahan bakar nabati dengan minyak solar hingga mencapai komposisi 50 persen.

BACA JUGA:  Prabowo Protes Istilah "Uang Lelah" : Tentara Tidak Boleh Lelah

Dalam pelaksanaannya, kebijakan ini didukung sepenuhnya oleh pembiayaan yang dikelola melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Hal ini memastikan kelancaran penyediaan bahan baku dan stabilitas harga di pasaran nantinya.

Pemerintah menempatkan penerapan B50 sebagai salah satu langkah strategis dalam mempercepat proses transisi energi yang sedang digalakkan. Kebijakan ini dianggap mampu membawa banyak manfaat bagi ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan proporsi energi baru dan terbarukan dalam struktur pasokan energi dalam negeri. Dengan demikian, ketergantungan Indonesia terhadap impor dan penggunaan energi fosil dapat ditekan secara bertahap namun konsisten.

Selain aspek ketahanan energi, keberadaan B50 juga diharapkan dapat memperkuat fleksibilitas sistem penyediaan energi nasional. Penggunaan bahan bakar yang berbasis sumber daya lokal akan membuat sistem energi menjadi lebih mandiri dan tahan terhadap gejolak harga dunia.

Program ini juga menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia. Industri kelapa sawit sebagai penyedia bahan baku utama akan semakin berkembang, membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha di sektor perkebunan.

BACA JUGA:  Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Target Rampung Awal 2026

Penerapan B50 juga sejalan dengan komitmen internasional Indonesia untuk menekan dampak perubahan iklim. Penggunaan biodiesel diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon, sehingga membantu pencapaian target net zero emission pada tahun 2060.

Muhammad Qodari menegaskan bahwa pengembangan BBM jenis ini merupakan bagian tak terpisahkan dari peta jalan transisi energi yang telah disusun matang. Pemerintah memastikan semua aspek teknis, hukum, dan ekonomi telah dipersiapkan dengan baik sebelum peluncuran resmi.

Dengan adanya langkah ini, masyarakat diharapkan dapat segera beradaptasi dengan perubahan jenis bahan bakar. Di sisi lain, penerapan B50 menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis
KPK Jawab Tantangan Yaqut: Kerugian Negara Rp622 Miliar Sudah Terbukti Lengkap
Mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus Haniv Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Termasuk Sponsor Bisnis Anak
MA Terbitkan SEMA 4/2026: Putusan Bebas Tak Bisa Diajukan Banding Maupun Kasasi
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Konsolidasi, Maruli Siahaan Ikuti Arahan Ketum Golkar
Begal Bersenjata Api Tembak Pelajar SMA di Lampung Utara, Motor Dibawa Kabur
Praperadilan Jilid IV Roy Suryo: Polda Metro Hanya Serahkan Bukti, Refly Harun Klaim Kemenangan
Kasus Pandji Pragiwaksono soal Adat Toraja Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Bareskrim: Sudah Ada Sanksi Adat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Reses Maruli Siahaan: Aspirasi Warga Marindal Berujung BPJS Gratis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:44 WIB

KPK Jawab Tantangan Yaqut: Kerugian Negara Rp622 Miliar Sudah Terbukti Lengkap

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Mantan Kakanwil DJP Jakarta Khusus Haniv Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Termasuk Sponsor Bisnis Anak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:14 WIB

MA Terbitkan SEMA 4/2026: Putusan Bebas Tak Bisa Diajukan Banding Maupun Kasasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:03 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum Konsolidasi, Maruli Siahaan Ikuti Arahan Ketum Golkar

Berita Terbaru

KPK Klarifikasi Kegiatan di OTT di  Bogor. (Foto:Ist)

Jakarta

KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 21:27 WIB

Bupati Samosir Bersama Kapolda Sumut Tanam Bawang Putih Serentak

Kabupaten Samosir

Bupati Samosir Bersama Kapolda Sumut Tanam Bawang Putih Serentak

Kamis, 20 Agu 2026 - 20:40 WIB

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG.(Foto:Ist)

Jakarta

Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG

Kamis, 20 Agu 2026 - 16:07 WIB