Swasembada Pangan 2026 Diproyeksi Lanjut, Stok Beras Pemerintah Capai 5,17 Juta Ton

Senin, 6 Juli 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman optimistis swasembada pangan berlanjut pada 2026. Foto: Ist.

Mentan Andi Amran Sulaiman optimistis swasembada pangan berlanjut pada 2026. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tren swasembada pangan di Indonesia diprediksi akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Keberhasilan ini didukung oleh peningkatan produksi dalam negeri yang stabil dan pencapaian yang telah diraih pada akhir tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan pemerintah, sebanyak delapan dari sebelas komoditas pangan strategis telah mencapai status swasembada. Bahkan, tiga di antaranya sudah melampaui kebutuhan nasional dan siap untuk dipasarkan ke luar negeri, menunjukkan kemandirian yang semakin kokoh.

Khusus untuk stok Cadangan Beras Pemerintah per tanggal 1 Juli 2026 tercatat berada di angka 5,17 juta ton. Jumlah ini dinilai menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia, bahkan melampaui rekor yang pernah tercatat pada tahun 1984 silam.

Amran menyebut pencapaian di akhir Desember 2025 menjadi fondasi utama untuk mempertahankan kondisi ini. Ia menyatakan bahwa keberhasilan swasembada yang diraih saat ini adalah yang tercepat dengan jumlah stok terbanyak selama 25 tahun terakhir.

BACA JUGA:  Mentan Pastikan Stok Beras Aman, Siapkan 15 Ribu Ton untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

“Alhamdulillah, tepat akhir 2025 kita capai swasembada tercepat dengan stok tertinggi sepanjang masa. Dulu puncaknya hanya 2,6 juta ton, sekarang kita miliki lebih dari 5 juta ton beras,” ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7/2026).

Data produksi juga diperkuat oleh berbagai lembaga terpercaya. Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, sedangkan FAO memperkirakan angka tersebut menyentuh 35 juta ton.

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA memproyeksikan jumlah produksi sedikit di bawahnya, yaitu sebesar 34,6 juta ton. Keselarasan angka ini semakin meyakinkan posisi Indonesia sebagai produsen utama beras dunia.

Berkat hasil tersebut, Indonesia kini menempati posisi sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN dan berada di peringkat kedua secara global. Hal ini membuktikan kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri dengan baik.

Menteri Amran menyampaikan tingkat keyakinan akan keberlanjutan program ini sangat tinggi, yaitu di atas 90 persen untuk tahun 2026. Ketersediaan ini mencakup berbagai komoditas mulai dari jagung, gula, daging ayam, telur, hingga bawang merah dan cabai.

BACA JUGA:  Membanggakan, Unpad Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru

Ia juga menjelaskan definisi resmi swasembada sesuai Perpres Nomor 125 Tahun 2022, yaitu jika kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan tingkat impor tidak melebihi batas maksimal 10 persen dari total kebutuhan.

Kondisi saat ini menunjukkan tingkat impor pangan secara keseluruhan hanya sekitar 4 persen saja. Angka ini jauh di bawah batas ketentuan, sehingga secara hukum dan teknis Indonesia sudah memenuhi kriteria swasembada secara sempurna.

Terutama untuk komoditas beras, Amran menegaskan tidak ada lagi kegiatan impor beras medium sama sekali. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan nasional telah berdiri kokoh dan siap menghadapi dinamika pasar global. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis
Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN
Warga Pati Minta DPR Tindak Kelompok Pengatasnama Rakyat yang Sebar Kerusuhan dan Hoaks
Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin
Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan
Pemblokiran Rekening Supriyono: PPATK Bantah Terlibat, Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Langkah Tersebut
Prabowo Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Tinjau Pemadaman dan Pastikan Penanganan Optimal
Gunung Anak Krakatau Meletus Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Warga Pati Minta DPR Tindak Kelompok Pengatasnama Rakyat yang Sebar Kerusuhan dan Hoaks

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan

Berita Terbaru

Terungkap! Pejabat Pemprov Sumbar Akui Ada di Video Mesra (Foto:Ist)

Sumatera Barat

Terungkap! Pejabat Pemprov Sumbar Akui Ada di Video Mesra

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:10 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya. (Foto:Ist)

Jakarta

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:47 WIB

Pemkab Dairi Apresiasi Bantuan Alat Pemadam Kebakaran dari PLN

Kabupaten Dairi

Pemkab Dairi Apresiasi Bantuan Alat Pemadam Kebakaran dari PLN

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:29 WIB