Prabowo Ajak Masyarakat Awasi Program Makan Bergizi Gratis: Lapor Langsung lewat TikTok, Jangan Sampai Ayam Dipotong 22 Bagian

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

Lombok Timur-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan peran aktif warga sangat penting guna mencegah serta mengungkap segala bentuk penyimpangan atau penyelewengan yang mungkin dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dalam program strategis nasional ini.

Dalam kesempatan peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026), Kepala Negara memberikan kemudahan akses bagi siapa saja yang menemukan indikasi kecurangan. Masyarakat tidak perlu bingung mencari jalur resmi yang berbelit-belit.

“Laporkan ke Kepala Badan Gizi Nasional. Kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang. Ngomong di TikTok. Langsung aku kirim tim untuk selesaikan. Enggak usah susah-susah,” ujar Prabowo dengan nada tegas namun tetap santai di hadapan hadirin.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mengawasi kinerja pemerintah. Setiap warga kini memiliki akses informasi dan alat komunikasi yang memadai untuk memantau langsung jalannya program yang didanai dari uang negara.

BACA JUGA:  Pematangsiantar Percepat Distribusi Program MBG

“Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang mau nyolong ada saja. Gue heran juga,” ungkapnya sambil menyinggung adanya oknum yang berusaha mencari celah untuk mengambil keuntungan pribadi.

Prabowo kemudian mencontohkan salah satu modus penyimpangan yang diduga terjadi. Ia mendengar laporan bahwa ada pihak yang memotong satu ekor ayam menjadi 22 bagian, sehingga porsi yang diterima anak-anak menjadi sangat sedikit dan tidak memenuhi standar gizi.

Ia menjelaskan, standar umum porsi daging ayam yang layak dikonsumsi agar kandungan gizinya terpenuhi adalah antara delapan hingga 12 potong per ekor. Jika dipotong lebih banyak dari itu, maka nilai gizinya akan berkurang drastis.

“Negara kaya itu kalau kita, satu ayam dipotong delapan atau sepuluh. Paling kecil dua belas. Jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh dua. Disangka kita enggak ngerti,” tegas Presiden untuk meluruskan standar porsi yang seharusnya berlaku.

Selain masalah porsi, Prabowo juga memberikan arahan khusus terkait jenis olahan makanan yang disajikan dalam program MBG. Ia meminta agar telur tidak diolah menjadi telur dadar atau orak-arik karena dianggap memiliki risiko lebih tinggi dicampur bahan lain atau dikurangi takarannya.

BACA JUGA:  Waspada Super Flu, Jakarta Tingkatkan Kewaspadaan Meski Belum Ada Kasus

“MBG jangan bikin telur dadar. Telur rebus, ceplok. Kalau dadar biasanya dicampur macam-macam itu. Bisa empat orang makan satu telur. Apalagi itu orak-arik, nanti porsinya jadi sedikit lagi,” jelasnya agar menu tetap transparan dan terukur.

Presiden juga memerintahkan Kepala Badan Gizi Nasional untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap dugaan praktik pemotongan porsi dan penyimpangan menu tersebut. Pengawasan ketat harus diterapkan di setiap titik penyediaan makanan.

Dengan terbukanya jalur pengaduan ini, Prabowo berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuannya, yaitu memberikan asupan gizi yang cukup dan berkualitas bagi anak-anak, tanpa ada satu pun pihak yang mengambil keuntungan secara tidak sah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban
Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos
KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor
Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober
Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding
Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK
Dokter Tifa Optimistis Eksepsi Kedua Kasus Ijazah Jokowi Dikabulkan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WIB

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 17 September 2026 - 16:04 WIB

Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 September 2026 - 14:44 WIB

Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WIB

Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Berita Terbaru

Sidang kasus dugaan fitnah ijazah Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.

Nasional

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:42 WIB

Polisi menangkap oknum ustaz yang diduga mencabuli santriwati di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Ist.

Nasional

Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:04 WIB

Sidang perdana kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.

Nasional

Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:44 WIB

Alustadz Rahmat Agus Darmawan Siregar (foto kiri) di hadapan jamaah tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Dusun Sinarbulan, Labusel, Rabu (16/9). Foto: maruli

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Mengupas Rahasia Sepertiga Malam di Balik Kelahiran Rasulullah

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:49 WIB