TNI Bantah Isu Datangi Polda Metro Jaya: Pengamanan Rumah Jampidsus Sesuai Aturan, Tak Terkait Kasus Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas. Foto: Ist.

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara tegas membantah beredarnya isu yang menyebutkan sejumlah prajurit TNI mendatangi kantor Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026). Penyangkalan ini muncul bersamaan dengan gencarnya operasi penggeledahan yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia di 12 lokasi terkait tiga kasus dugaan korupsi bernilai sangat besar.

Isu tersebut sempat menyebar luas di kalangan masyarakat dan media daring, memicu berbagai spekulasi di tengah ketegangan suasana penanganan kasus korupsi pengadaan batu bara, penyimpangan di PT Asabri (Persero), serta dugaan kerugian negara di PT Krakatau Steel. Banyak pihak bertanya-tanya apakah kehadiran aparat TNI ada kaitannya dengan proses hukum yang sedang berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan informasi yang berkembang. Ia menegaskan secara langsung bahwa kabar yang beredar itu tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali.

“Isu TNI mendatangi Polda Metro Jaya adalah tidak benar,” tegas Muhammad Nas saat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi kepada publik.

BACA JUGA:  Kekayaan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Tembus Rp20,1 Miliar, Naik Rp4,7 Miliar

Selain membantah isu tersebut, pihak TNI juga kembali menjelaskan alasan di balik kehadiran puluhan personelnya yang terlihat menjaga ketat kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, pada Rabu malam (8/7/2026) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kehadiran aparat bersenjata lengkap di depan rumah pejabat tinggi kejaksaan itu sempat menjadi sorotan tajam dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Banyak yang mengaitkan penjagaan tersebut dengan rangkaian operasi penggeledahan yang sedang dilakukan polisi di berbagai titik di Jakarta dan sekitarnya.

Brigjen Nas menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan itu sepenuhnya merupakan pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, bukan langkah yang tiba-tiba atau di luar prosedur.

“Terkait pengamanan TNI terhadap jaksa dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya: Satu Pasien Meninggal, Puluhan Lainnya Dievakuasi

Ia menambahkan bahwa tugas pengamanan ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi untuk menjamin keamanan dan keselamatan pejabat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas-tugas strategis dan berisiko tinggi.

Pihak TNI pun menegaskan batas yang tegas antara tugas pengamanan ini dengan perkembangan kasus korupsi yang sedang diselidiki kepolisian. Tidak ada kaitan sama sekali antara kedua hal tersebut.

“Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang,” tegasnya untuk meluruskan berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dengan penjelasan ini, pihak TNI berharap publik dapat memahami batas kewenangan dan tugas masing-masing lembaga. Kejelasan ini diharapkan juga dapat mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar yang dapat mengganggu stabilitas dan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap
Prajurit Kodam I/BB Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional
Menaker Yassierli Hadiri Pertemuan Menteri BRICS di India, Bahas Transformasi Dunia Kerja
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang, Sempurnakan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia
Dr. Maruli Siahaan Dorong Penguatan Uji Tuntas HAM dan Pengawasan DPR dalam Implementasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia
Presiden Prabowo Belum Terima Usulan Nama Pengganti Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Putar Uang Rp 223 Triliun Per Tahun, Salurkan Subsidi Lebih Tepat Sasaran
KPK Jelaskan Alasan Belum Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:37 WIB

Menjelang Berkas Dilimpahkan, Eks Menag Yaqut Harap Kebenaran Kasus Korupsi Kuota Haji Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:19 WIB

Prajurit Kodam I/BB Raih Dua Emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:22 WIB

Menaker Yassierli Hadiri Pertemuan Menteri BRICS di India, Bahas Transformasi Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:01 WIB

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang, Sempurnakan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 19:23 WIB

Dr. Maruli Siahaan Dorong Penguatan Uji Tuntas HAM dan Pengawasan DPR dalam Implementasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia

Berita Terbaru