MK Gelar Sidang Sengketa Ijazah Gibran, Bawaslu Siap Berikan Keterangan Malam Ini

Rabu, 23 September 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ist.

Wapres Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Rabu (23/9/2026). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan termohon KPU, Bawaslu, serta pihak terkait dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB.

Gugatan dengan nomor perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 ini diajukan oleh Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya. Mereka menduga adanya rekayasa perubahan aturan dalam Pasal 18 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 yang secara khusus mengecualikan syarat bukti kelulusan SLTA bagi kandidat yang menempuh pendidikan di luar negeri. Aturan tersebut dinilai dibuat untuk meloloskan Gibran menjadi calon Wakil Presiden pada Pilpres 2024.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja memastikan lembaganya telah menyiapkan keterangan yang diperlukan. “Insya Allah siap. Sudah kami siapkan keterangan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kemensos Buka 3.003 Formasi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Pada sidang sebelumnya, Hakim Konstitusi Saldi Isra memerintahkan KPU menyampaikan bukti lengkap proses pembahasan revisi peraturan tersebut. Ia menuntut risalah pembahasan, daftar hadir, serta catatan perdebatan yang terjadi saat aturan itu disusun dan disepakati.

“Tolong kami diberi bukti-bukti dan kelengkapan risalah pembahasan revisi PKPU 19/2023. Jadi tolong disampaikan ke Mahkamah ketika PKPU persyaratan ini yang kemudian mencantumkan frasa dikecualikan bagi bakal calon presiden atau wakil presiden yang tidak memiliki bukti kelulusan sekolah menengah atas dari sekolah asing di luar negeri,” tegas Saldi Isra.

Hakim juga meminta KPU melampirkan pertimbangan hukum serta hasil pembahasan bersama DPR terkait perubahan norma tersebut. Selain itu, Bawaslu diminta menjelaskan peran pengawasannya terhadap pemenuhan syarat pendidikan calon wakil presiden sesuai aturan yang berlaku.

BACA JUGA:  Atase Pendidikan KBRI Singapura & Australia Akui Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK

Sementara itu, langkah relawan Gibran yang mendaftarkan diri sebagai pihak terkait turut disorot. Kuasa hukum pemohon, Refly Harun, menegaskan seharusnya Gibran Rakabuming Raka sendiri yang menjadi pihak terkait langsung dalam perkara yang menyangkut syarat kelayakannya. Namun, ia menyerahkan keputusan tersebut kepada Mahkamah Konstitusi.

Pengamat dan akademisi Rocky Gerung juga mengingatkan bahwa jika gugatan dikabulkan dan Gibran didiskualifikasi, hal itu berpotensi memicu krisis politik yang lebih luas. Sidang malam ini dinantikan sebagai tahap penting dalam mengungkap fakta di balik perubahan aturan yang menjadi pusat perdebatan publik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK Tetapkan Isma Yatun Sebagai Ketua Masa Jabatan 2026–2031
Bakom Sebut Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Ancam Keamanan dan Makar
Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo Minta Polri Usut Pembuat Hoaks
Mendagri Tito Minta Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Kepala BIN Sebut Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Mengarah Pada Tindakan Makar
DPR Belum Sikapi Usulan Pemakzulan Gibran, Dasco: Tunggu Putusan Lengkap MA
Mabes Polri Banjir Karangan Bunga Dukungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo
Pemerintah Perluas Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:06 WIB

BPK Tetapkan Isma Yatun Sebagai Ketua Masa Jabatan 2026–2031

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47 WIB

Bakom Sebut Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Ancam Keamanan dan Makar

Sabtu, 7 November 2026 - 11:44 WIB

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo Minta Polri Usut Pembuat Hoaks

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Mendagri Tito Minta Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 6 November 2026 - 16:23 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo Mengarah Pada Tindakan Makar

Berita Terbaru