Medan-Mediadelegasi: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar menjadi momentum bagi Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat kecil.
Bukan sekadar menggelar perayaan seremonial, Maruli memilih menghadirkan kebahagiaan bagi sekitar 200 masyarakat yang setiap hari berjuang mencari nafkah. Mereka terdiri dari pemulung, sopir angkutan kota (angkot), hingga pengemudi ojek online (ojol).
Melalui kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Rumah Aspirasi Maruli Siahaan, Jalan Nibung II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Jumat (30/10/2026), Maruli membagikan bantuan beras kepada masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar yang sebelumnya juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Langkah Maruli sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar perayaan hari jadi partai dilaksanakan secara sederhana, tetapi tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Maruli menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah perayaan bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, telah memberikan arahan agar HUT Partai Golkar dirayakan secara sederhana, tetapi memiliki makna yang nyata bagi masyarakat. Bagi saya, kebahagiaan sebuah perayaan bukan diukur dari kemeriahannya, melainkan dari seberapa banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Maruli.
Menurutnya, pemulung, sopir angkot, dan pengemudi ojol merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat. Di balik pekerjaan yang kerap luput dari perhatian, terdapat perjuangan panjang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia menyebut mereka sebagai pejuang kehidupan yang setiap hari bekerja dengan ketekunan dan pengorbanan.
“Mereka adalah para pejuang kehidupan yang setiap hari bekerja dengan penuh ketekunan dan pengorbanan. Melalui kegiatan sederhana ini, saya ingin menyampaikan bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian kita. Bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi saya berharap dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi mereka dan keluarganya,” tuturnya.
Lebih jauh, Maruli mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmennya menjadikan Rumah Aspirasi Maruli Siahaan sebagai rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan profesi, latar belakang sosial, agama, maupun golongan.
Baginya, rumah aspirasi tidak boleh hanya menjadi tempat masyarakat menyampaikan keluhan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi siapa pun untuk mendapatkan perhatian dan didengar aspirasinya.
“Rumah Aspirasi ini bukan hanya tempat menyampaikan keluhan atau memperjuangkan aspirasi. Rumah ini adalah rumah bagi semua. Siapa pun boleh datang, siapa pun berhak didengar, dan siapa pun layak mendapatkan perhatian. Karena bagi saya, pengabdian tidak boleh mengenal sekat, dan kepedulian tidak boleh memilih siapa yang harus dibantu,” tegasnya.
Maruli juga mengibaratkan filosofi pohon beringin yang menjadi lambang Partai Golkar sebagai simbol perlindungan dan keteduhan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, sebagaimana pohon beringin yang memberikan tempat berteduh tanpa memilih siapa yang berada di bawahnya, pengabdian juga harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Seperti pohon beringin yang memberikan keteduhan tanpa memilih siapa yang berteduh, demikian pula pengabdian harus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat. Inilah nilai yang ingin terus saya hidupkan melalui Rumah Aspirasi Maruli Siahaan,” tambahnya.
Ia berharap peringatan HUT ke-62 Partai Golkar tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi dorongan untuk terus melahirkan karya nyata, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat.
“Partai Golkar harus terus hadir di tengah rakyat, mendengar suara mereka, memahami kesulitan mereka, dan berupaya menghadirkan solusi. Sebab pada akhirnya, pengabdian bukan tentang seberapa tinggi kedudukan yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” pungkas Maruli.
Melalui kegiatan tersebut, Maruli ingin menegaskan bahwa keberpihakan kepada masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Alx
Editor : Alan






