Namun, Wilmar yang saat ini dikenal sebagai sosok yang aktif sebagai pemerhati lingkungan berharap sudah saatnya Samosir membangun sebuah rumah dinas baru milik Pemkab setempat, sehingga kelak tidak lagi meminjam pakai dari Pemprov Sumut.
Jika wacana pembangunan rumah dinas bisa direalisasikan, menurut dia, sebaiknya berlokasi di kawasan Parbaba atau persisnya di kawasan Parbaba atau persisnya berada di dalam komplek perkantoran Pemkab Samosir.
Ia menambahkan, lahan seluas 20 hektare yang dijadikan komplek perkantoran Pemkab Samosir di Parbaba saat ini merupakan sumbangan dari keluarga besar Marga Sihaloho tahun 2004.
Keterangan tertulis yang dilansir dari situs resmi Pemkab Samosir Samosirkab.go.id, menyebutkan sejumlah tokoh masyarakat se Kabupaten Samosir “Mangudurhon” Bupati Samosir Vandiko T. Gultom memasuki rumah dinas.
Sebelum dimasuki, rumah dinas Bupati Samosir terlebih dahulu diberkati dan didoakan oleh Pastor.
Sebagaimana lazimnya dalam adat Batak, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom dan keluarga menerima “Boras Sipirni Tondi” dari utusan tokoh masyarakat setempat dan diikuti rombongan hula-hula dari keluarga bupati serta “natua tua” ni Huta marga Naibaho .
Pemberian Boras Sipir Ni Tondi merupakan suatu cara dalam adat Batak untuk menguatkan roh dan jiwa agar tetap kuat sehingga mendapatkan kebahagiaan dalam menghuni rumah.
Ketua panitia acara memasuki rumah dinas bupati Samosir, Mangiring Naibaho mengatakan, acara terselenggara atas permintaan bupati kepada seluruh tokoh masyarakat.
“Bupati meminta dan memohon harus diantarkan para tokoh masyarakat se Kabupaten Samosir untuk menempati rumah dinasnya,” ucap Mangiring. D|Red-04