Advokasi Percepatan Perbaikan dan Pelengkapan Prasarana dan Sarana pada 16 Geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark Menjelang Revalidasi 2025

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr.Wilmar Eliaser  Simanjorang, M.Si saat tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Pertama Destinasi Geowisata Kaldera Toba Unesco Global Geopark 2025. di Hotel Khas Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Selasa (8/7) lalu.  Foto: dok-pribadi

Dr.Wilmar Eliaser Simanjorang, M.Si saat tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Pertama Destinasi Geowisata Kaldera Toba Unesco Global Geopark 2025. di Hotel Khas Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Selasa (8/7) lalu. Foto: dok-pribadi

Oleh : Dr.Wilmar Eliaser Simanjorang, Dipl.Ec.,M.Si

 

Pendahuluan
Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TC-UGGp) merupakan salah satu geopark unggulan di Indonesia yang menyimpan nilai geologi, budaya, dan ekologis luar biasa.

Sebagai geopark yang telah diakui secara global, keberhasilan pengelolaan TC-UGGp tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga standar yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

Menjelang revalidasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-25 Juli 2025, penting untuk memastikan seluruh aspek pendukung, khususnya prasarana dan sarana di setiap geosite, telah terpenuhi secara optimal agar dapat melayani tamu dengan baik dan memenuhi kriteria UNESCO.

Rekomendasi Prasarana dan Sarana Menurut UNESCO

Sebagai acuan, UNESCO merekomendasikan unsur-unsur prasarana dan sarana berikut pada setiap tapak gegeopark.

– Aksesibilitas yang lancar menuju setiap geosite dengan jalan yang layak dan transportasi yang memadai.

– Ketersediaan air bersih yang sehat untuk konsumsi dan kebutuhan pengunjung.

– Fasilitas toilet yang bersih, memadai, dan mudah diakses.

– Galeri untuk menampilkan geoproduk hasil desa setempat guna mendukung ekonomi lokal.

– Kafe atau fasilitas konsumsi yang melayani kebutuhan wisatawan.

-Parkir yang baik dan aman untuk kendaraan pengunjung.

– Lingkungan yang sehat dan terjaga kebersihannya dari polusi dan sampah.

-Tanda petunjuk yang jelas dan informatif sebagai panduan wisatawan.

Revalidasi saat Ini di 16 Geosite TC-UGGp Menjelang Revalidasi:

BACA JUGA:  Bobby Ngamuk Lihat Pembangunan Tugu Tak Sesuai Desain

Berdasarkan pemantauan terkini, kondisi prasarana dan sarana di 16 geosite TC-UGGp belum sepenuhnya memenuhi standar tertersebu

-Aksesibilitas sebagian besar geosite sudah dapat diakses, namun beberapa masih sulit dijangkau dengan kendaraan umum dan terdapat jalan yang kurang layak.

– Air bersih tersedia di pusat-pusat pengunjung utama, tetapi belum merata ke seluruh tapak dan perlu peningkatan pengelolaan kualitas air.

– Toilet sudah ada di lokasi utama, tetapi kebersihan dan ketersediaannya di beberapa titik masih kurang memadai.

–  Galeri geoproduk baru terdapat di beberapa geosite, sehingga potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat belum optimal.

–  Kafe terbatas pada area tertentu dan belum mengedepankan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata.

– Parkir memadai namun kurang terorganisasi dengan baik, terutama pada masa puncak kunjungan.

–  Lingkungan dan kebersihan masih menjadi tantangan, dengan pengelolaan sampah yang harus ditingkatkan secara signifikan.

– Tanda petunjuk sudah dipasang, namun perlu penambahan informasi yang lebih lengkap dan visual yang menarik.

Perbandingan dengan Geopark Internasional:

– Geopark internasional seperti Jeju Island (Korea Selatan), Zhangjiajie (Tiongkok), dan Lake District (Inggris) menunjukkan bahwa kualitas prasarana dan sarana yang lengkap serta terkelola baik berkontribusi besar terhadap kepuasan pengunjung dan keberlanjutan geopark.

-Keberhasilan mereka terletak pada integrasi fasilitas, pengelolaan lingkungan yang ketat, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan produk dan jasa wisata.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Temukan Kapal Penyeberangan Tanpa Izin di Danau Toba

Rekomendasi dan Tindakan Segera
Untuk menjamin keberhasilan revalidasi TC-UGGp dan pelayanan optimal kepada pengunjung, kami mengadvokasi agar pengelola Geopark Toba segera melakukan:

1. Perbaikan akses jalan dan pengembangan transportasi untuk menjangkau semua geosite dengan mudah.
2. Peningkatan kualitas dan ketersediaan air bersih di seluruh tapak geopark.
3. Penyediaan dan pemeliharaan toilet yang bersih dan memadai di semua geosite.
4. Pengembangan galeri geoproduk secara merata sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
5. Penambahan fasilitas kafe dengan promosi kuliner lokal untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
6. Pengaturan parkir yang terorganisasi dan aman, terutama pada musim kunjungan tinggi.
7. Pengelolaan lingkungan dan kebersihan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan sampah yang efektif.
8. Penambahan tanda petunjuk yang informatif dan mudah dipahami, dengan penggunaan bahasa lokal dan internasional.

Kesimpulan
Keberhasilan revalidasi TC-UGGp sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung di setiap geosite. Oleh karena itu, percepatan perbaikan dan pelengkapan prasarana dan sarana menjadi prioritas utama.

Langkah ini tidak hanya mendukung pencapaian standar UNESCO, tetapi juga memastikan pengalaman wisatawan yang nyaman, aman, dan berkesan serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi secara intensif demi masa depan TC-UGGp yang lebih baik dan lestari.***. (Penulis adalah Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia/Pegiat Lingkungan).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Berita Terbaru