Purwakarta-Mediadelegasi: Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengandalkan Program Tanam Padi gogo sawah (Gowah) untuk mengantisipasi produktivitas pertanian tetap meningkat pada musim kemarau.
Meski biaya produksi tergolong lebih mahal dibandingkan pertanian padi sawah, namun strategi ini dinilai dapat meminimalisir menurunnya produksi padi di saat musim kering berkepanjangan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menuturkan, program tanam padi gowah merupakan andalan Purwakarta, agar hasil produksi petani tidak terjun bebas di saat musim kemarau panjang melanda.
“Program gowah mulai digulirkan tahun 2019 lalu, diterapkan karena pada saat itu musim kemaraunya cukup panjang. Sehingga, pemerintah berupaya membuat terobosan untuk mengantisipasi dampak dari kondisi tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, ada enam titik demplot gowah yang tersebar di sejumlah kecamatan, ada plus dan minusnya. Plusnya, sambung dia, padi yang biasa ditanam di lahan darat, namun tahun lalu terpaksa ditanam di sawah. “Meskipun kemarau, tiada sawah yang tidak produktif.
Produktivitasnya sama seperti padi sawah pada umumnya, mencapai 6,2 ton per hektare,” kata Agus di Purwakarta, Senin (21/9).
Sementara minusnya, lanjut dia, biaya produksi padi gowah jauh lebih besar. “Petani harus rajin menyirami tanaman padinya menggunakan pompanisasi. Selain itu, dibutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan padi ini juga ditanam dengan cara ditugal, masa tanam sampai panennya lebih lama ketimbang padi sawah pada umumnya.
“Biasanya padi sawah ditanam sekitar 3 bulan 10 hari. Tapi, padi gowah bisa lebih dari empat bulan. Jadi, padinya lebih lama tinggal di areal sawah,” pungkasnya.
Agus mengungkapkan program tanam padi gowah tahun ini tidak ada, karena musim kemarau sifatnya basah. “Masih ada hujan turun meskipun saat memasuki puncak kemarau, jadi tanaman padi cenderung aman. Tidak khawatir mengalami kekeringan, gagal tanam, gagal panen bahkan puso,” terangnya.
Tanam padi gowah, menurut agus, hanya digulirkan ketika kondisi musim kemarau panjang terjadi hingga dinilai benar-benar rawan. “Kalau untuk tahun ini, kami bisa bernafas lega, karena belum ada laporan sawah kekeringan,” tutupnya. D|Jbr-75






