Trump juga menyatakan harapan agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan yang “adil dan merata” yang melibatkan penghentian total program senjata nuklir Iran. Namun, pernyataan ini juga diiringi dengan ancaman terselubung jika Iran menolak untuk berunding.
Presiden AS bahkan mengungkapkan bahwa pada Juni 2025, Amerika Serikat melakukan simulasi serangan terhadap fasilitas nuklir di Republik Iran, sebuah operasi yang dikenal sebagai “Midnight Hammer.” Pengungkapan ini semakin memperjelas kesiapan AS untuk mengambil tindakan militer jika diperlukan.
Situasi ini membuat Iran semakin waspada dan mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi diri dari potensi serangan. Pembangunan tempat perlindungan bawah tanah adalah salah satu upaya utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan sipil.
Dengan persiapan yang matang dan kesiapsiagaan yang tinggi, Iran berharap dapat menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Langkah-langkah ini juga menunjukkan tekad Iran untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






