Benteng Bawah Tanah Iran: Siaga Penuh Hadapi AS

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Situasi Bunker Bawah Tanah Iran. Foto: Ist.

Gambar Situasi Bunker Bawah Tanah Iran. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Iran dilaporkan tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS) dengan membangun ratusan tempat perlindungan benteng bawah tanah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman serangan yang semakin menguat, terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai “armada besar” yang menuju Iran.

Iran Bangun Lebih Dari 300 Benteng Bawah Tanah

Kepala Organisasi Manajemen Krisis Teheran, Ali Nasiri, mengungkapkan bahwa lebih dari 300 bangunan benteng bawah tanah, termasuk garasi parkir dan stasiun metro, akan difungsikan sebagai tempat penampungan bagi warga ibu kota Iran. Persiapan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Iran dalam melindungi warganya dari potensi bahaya serangan udara.

Nasiri mengkonfirmasi bahwa tempat penampungan tersebut memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 2,5 juta orang. Jumlah ini mencerminkan upaya Iran untuk menyediakan perlindungan bagi sebagian besar penduduk Teheran jika terjadi eskalasi konflik.

BACA JUGA:  Tim Polda Sumut Dalami Penyebab Kematian Bripka AS

Selain itu, sebanyak 82 stasiun metro di Teheran dan sejumlah kota lain telah ditetapkan sebagai tempat penampungan dan dilengkapi dengan berbagai keperluan darurat. Langkah ini menunjukkan pemanfaatan infrastruktur publik untuk tujuan perlindungan sipil.

“Rambu-rambu dan logo informasi tentangnya akan dipasang dalam waktu dekat,” kata Nasiri, seperti dikutip dari Khbrn, Minggu (1/2/2026). Pemasangan rambu-rambu ini bertujuan untuk memudahkan warga dalam menemukan dan mengakses tempat penampungan dengan cepat saat situasi darurat.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/jerat-korupsi-ratusan-miliar-tang-yijun-dipenjara-seumur-hidup/

Ancaman serangan AS terhadap Iran semakin menguat setelah Presiden Trump menyatakan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik militer antara kedua negara.

Trump juga menyatakan harapan agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan yang “adil dan merata” yang melibatkan penghentian total program senjata nuklir Iran. Namun, pernyataan ini juga diiringi dengan ancaman terselubung jika Iran menolak untuk berunding.

BACA JUGA:  Iran Peringatkan Warga Israel untuk Segera Mengungsi

Presiden AS bahkan mengungkapkan bahwa pada Juni 2025, Amerika Serikat melakukan simulasi serangan terhadap fasilitas nuklir di Republik Iran, sebuah operasi yang dikenal sebagai “Midnight Hammer.” Pengungkapan ini semakin memperjelas kesiapan AS untuk mengambil tindakan militer jika diperlukan.

Situasi ini membuat Iran semakin waspada dan mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi diri dari potensi serangan. Pembangunan tempat perlindungan bawah tanah adalah salah satu upaya utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan sipil.

Dengan persiapan yang matang dan kesiapsiagaan yang tinggi, Iran berharap dapat menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Langkah-langkah ini juga menunjukkan tekad Iran untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Indonesia dan 7 Negara Lain Kecam Keras Serangan Pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa
Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:57 WIB

KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:53 WIB

Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:28 WIB

Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un

Senin, 8 Juni 2026 - 11:15 WIB

Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Berita Terbaru