Medan-Mediadelegasi: Kasus dugaan pemerkosaan putri kandung yang dituduhkan kepada ayahnya berinisial SRP sempat membuat heboh sebagian warga Jalan Selambo Ujung, Desa Amplas, Sumatera Utara pada bulan September 2023 lalu.
Di tengah berjalannya persidangan kasus itu di PN Lubukpakam, belakangan ditemukan fakta dan sejumlah kejanggalan bahwa ternyata SRP (ayah) menjadi korban akibat laporan palsu yang dibuat putrinya dan isterinya sendiri.
Fakta-fakta baru dan kejanggalan dalam kasus dugaan pemerkosaan di Selambo itu diungkapkan Ricky Panjaitan dari Kantor PTRP & Associated Lawfirm selaku kuasa hukum SRP, Kamis (14/3) lalu usai menghadiri persidangan di PN Lubukpakam.
Persidangan dengan agenda pembacaan pledoi itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Asraruddin Anwar SH MH dengan anggota Roziyanti SH dan Irwansyah SH. Sedangkan JPU Ferawati Naibaho SH.
Menurutnya kronologi kejadian berdasarkan BAP polisi dan surat dakwaan jaksa menyebutkan LY boru RP suatu hari bercerita kepada ibunya K boru S bahwa dirinya telah diperkosa ayah kandungnya SRP di rumah Jalan Selambo, Desa Amplas pada akhir bulan Juli 2023. Setelah menceritakan itu, LY boru RP pergi ke rumah neneknya di Deliserdang, tapi setelah itu suasana di rumah itu seperti tidak ada masalah.
Dalam dakwaan itu juga ditulis bahwa korban LY boru RP kembali mengaku telah diperkosa ayahnya lagi tanggal 3 September 2023. Kemudian isteri SRP yaitu K boru S bersama MS, membuat laporan pemerkosaan ke Polrestabes Medan pada 5 September 2023. Laporan polisi dibuat KS selaku wali putrinya dengan Nomor LP/B/2972/IX/2023/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Menurut Ricky, saat diperiksa polisi tanggal 6 September, SRP sangat terkejut karena dia dituduh memperkosa putrinya padahal dia tidak mungkin tega melakukannya. “SRP (ayah) bercerita kepada polisi bahwa putrinya pernah mengakui pernah disetubuhi laki-laki bermarga Hutapea yang merupakan pacar putrinya,” kata Ricky.
BACA JUGA:
Lapas Belum Terima Tahanan, Buronan Kasus Pemerkosaan Bebas Berkeliaran
Cabut Laporan
Anehnya lanjut Ricky, selang beberapa hari setelah ayahnya ditahan polisi, putrinya datang menjumpai ayahnya dan memohon maaf sambil bersujud dengan menangis karena telah menuduh ayahnya memperkosa dirinya. Bahkan putri dan isterinya ingin mencabut laporan terhadap SRP, namun permintaan itu ditolak penyidik Polrestabes Medan.