Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi – Tumpukan uang dolar Amerika Serikat dan uang rupiah. Nilai tukar rupiah tercatat melemah tajam ke level Rp 18.201 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026). Foto: Ist.

Ilustrasi – Tumpukan uang dolar Amerika Serikat dan uang rupiah. Nilai tukar rupiah tercatat melemah tajam ke level Rp 18.201 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin (8/6/2026). Hingga siang hari, mata uang Garuda melemah 165 poin atau 0,91 persen ke level Rp 18.201 per dollar Amerika Serikat.

Pelemahan ini sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. Pada titik terendahnya, rupiah sempat menyentuh Rp 18.170 per dollar AS, terkoreksi 134 poin atau setara 0,75 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Ariston Tjandra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menilai kondisi ini bukan sekadar gejolak pasar keuangan biasa. Menurutnya, depresiasi nilai tukar yang berkelanjutan berpotensi memicu efek domino ke sektor riil.

“Pelemahan rupiah ke dalam negeri berimbas ke kenaikan harga konsumsi dan produksi atau inflasi, penurunan daya beli, beban utang dollar AS meningkat, potensi PHK,” jelas Ariston.

Dampak paling langsung dirasakan pada harga barang konsumsi. Produk-produk impor dan bahan baku industri yang dibeli dengan dollar AS akan mengalami kenaikan harga signifikan.

Sektor manufaktur yang bergantung pada komponen impor juga terancam. Biaya produksi yang meningkat pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk inflasi.

Bagi perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dollar AS, pelemahan rupiah berarti beban pembayaran yang membengkak. Kondisi ini dapat menggerus profitabilitas dan memaksa efisiensi, termasuk kemungkinan pengurangan tenaga kerja.

BACA JUGA:  Sekdaprov Sumut Minta Kabupaten/Kota Bertindak Cepat Tekan Inflasi

Ariston menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini bukanlah kondisi normal. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu memberikan perhatian serius untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi.

“Kondisi pelemahan rupiah ini tidak diterima oleh banyak orang, jadi saya rasa pemerintah tidak menganggap ini normal,” tegasnya.

Tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, penguatan dollar AS masih menjadi beban utama bagi mata uang negara berkembang.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia turut memperburuk sentimen. Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang tertekan—berbagai valuta negara lain juga mengalami pelemahan serupa.

Namun faktor domestik tidak bisa diabaikan. Keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia, dipicu antara lain oleh penyesuaian indeks MSCI, memberikan tekanan tambahan pada pasar keuangan dalam negeri.

Pasar juga mencermati program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi sorotan investor terkait dampaknya terhadap kondisi fiskal jangka panjang.

Keberadaan Danantara juga masih menjadi bahan evaluasi pelaku pasar. Hingga kini, dampak signifikan terhadap perekonomian atau perbaikan kinerja BUMN belum terlihat jelas.

BACA JUGA:  OTT KPK Jerat Bupati Langkat: Dugaan Suap dan Gratifikasi Capai Rp4,3 Miliar

“Pemerintah harus memperbaiki sentimen pasar terhadap kebijakan pemerintah. MBG dan Kopdes yang menjadi sorotan harus benar-benar bisa dijalankan dengan tata kelola yang baik,” ujar Ariston.

Menjaga stabilitas rupiah tidak bisa hanya mengandalkan intervensi Bank Indonesia. Pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.

Ariston merekomendasikan pemerintah memastikan pasokan dollar AS tetap mencukupi melalui peningkatan ekspor, penguatan sektor pariwisata, serta menarik investasi asing langsung dengan kepastian hukum dan kebijakan perpajakan kompetitif.

Jika nilai tukar bergerak jauh dari asumsi APBN, penyesuaian postur anggaran kemungkinan diperlukan. Meski demikian, pelemahan rupiah juga dapat memberikan manfaat bila dimanfaatkan untuk meningkatkan penerimaan devisa dari ekspor.

Dalam jangka pendek, Bank Indonesia perlu tetap siap melakukan intervensi di pasar valuta asing. Koordinasi kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar.

Pemerintah dituntut menunjukkan tata kelola yang baik dan transparan dalam setiap program strategis, sekaligus membuka lebih banyak jalur masuknya devisa ke sistem keuangan nasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi
Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan PN Jaktim Komitmen Usut Ijazah Jokowi Tak Surut
Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak
Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah karena Alasan Kesehatan
Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan Terima Silaturahmi Generasi Muda Pomparan Somba Debata Siahaan, Beri Motivasi untuk Raih Prestasi dan Mengabdi bagi Bangsa.
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:29 WIB

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:41 WIB

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:11 WIB

Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB

Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru