BMKG juga memprediksi curah hujan tinggi akan turun mulai bulan November hingga akhir tahun di Kabupaten Langkat dan Karo.
Hal ini dapat membuat volume air tinggi dan menjebol bendungan alamiah yang terbentuk di hulu dan menyebabkan banjir bandang.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution, mengatakan perlunya segera dilakukan koordinasi kesiapsiagaan banjir bandang akibat bencana Hidrometeorologi Basah antara Pemerintah Provinsi Sumut, Pemkab Langkat dan stakeholder terkait.
“Kami ingin memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dan meminimalisir risiko bencana yang mungkin terjadi. Masyarakat juga kami ajak aktif menjaga keselamatan dengan memahami ciri-cisri awal bencana,,” ujar Gubernur.
Menanggapi hal itu, Bupati Langkat Syah Afandin menyatakan bahwa rapat koordinasi ini sangat penting bagi daerahnya.
Dikatakan Bupati, kawasan destinasi wisata Bahorok sudah kali mengalami banjir bandang besar, yakni tahun 2003 dan 2023. D|red






