Medan-Mediadelegasi: Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP-TCUGGp). menyatakan bahwa kelestarian alam di kawasan Geopark Kaldera Toba perlu terus dijaga supaya alam dan sejumlah situs geologi yang terdapat di dalamnya tidak rusak dan punah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melestarikan dan merawat Geopark Kaldera Toba berarti melestarikan jati diri, budaya, kekayaan alam, dan masa depan bangsa,” kata General Manager BP-TCUGGp, Dr. Azizul Kholis saat menjadi narasumber podcast Mediadelegasi, di Medan, Jumat (26/9).
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat terutama generasi muda di kawasan Danau Toba mengenai betapa spesialnya Danau Toba.
Generasi muda, lanjutnya, adalah agen perubahan penting untuk konservasi, pengembangan, dan pelestarian warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang berharga, serta untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan perekonomian lokal.
Ditambahkannya, pemuda adalah salah satu stakeholder penting dalam upaya pengembangan geopark melalui tiga pilar, yaitu konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
“Edukasi membantu generasi muda memahami pentingnya melindungi kekayaan yang terdapat di kawasan Geopark Kaldera Toba untuk generasi mendatang,” ucap Azizul yang juga dosen dan peneliti Universitas Negeri Medan (Unimed) ini.
Dengan edukasi yang tepat, Azizul menyatakan optimis generasi muda dapat mengembangkan rasa memiliki dan memberikan dukungan penuh terhadap pengelolaan geopark, sehingga mendukung pelestarian dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam acara podcast bertajuk ‘Bincang-bincang Santai’ yang dipandu reporter Media delegasi Muhammad Hendra Gustiawan tersebut, Azizul mengungkapkan bahwa pemahaman tentang tiga pilar tersebut menjadi kunci melestarikan Geopark Kaldera Toba.
Disebutkannya, BP-TCUGGp bekerja sama dengan berbagai pihak, secara bertahap mulai mengedukasi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan Geopark Kaldera Toba kepada kalangan pelajar mulai dari tingkat usia dini hingga SMA.
Sebagai informasi, pada 6 September 2025, Geopark Kaldera Toba berhasil meraih kembali status green card dari UNESCO, yang merupakan predikat tertinggi bagi kawasan geopark dunia.
Status kartu hijau ini diraih setelah sebelumnya mendapatkan peringatan yellow card dari UNESCO.
Pihaknya berharap, capaian ini dapat menjadi batu loncatan atau momentum untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. D|Red












