Tambang Emas Ilegal Longsor di Jambi, 8 Tewas

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Duka di Rumah Salah Satu Korban Akibat Longsornya Tambang Emas di Sorolangun, Jambi. Foto: Ist.

Suasana Duka di Rumah Salah Satu Korban Akibat Longsornya Tambang Emas di Sorolangun, Jambi. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Bencana longsor menimpa lokasi penggalian tambang emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Selasa (20/1/2026). Insiden maut tersebut mengakibatkan delapan orang penambang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Longsor diduga kuat terjadi akibat struktur tanah galian yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut. Peristiwa tragis ini berlangsung di lahan milik warga berinisial I, seorang warga Dusun Kait-Kait.

Menurut informasi yang dihimpun, saat para pekerja sedang beraktivitas di dalam lubang galian, tebing tanah di atasnya mendadak runtuh tanpa sempat memberikan tanda-tanda peringatan. Akibatnya, para penambang yang berada di dalam lubang tidak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun material longsor.

Faktor Alam Menjadi Pemicu Longsornya Tambang Emas Ilegal

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengungkapkan bahwa faktor alam menjadi pemicu utama terjadinya kejadian ini.

BACA JUGA:  Hujan Deras Picu Longsor di Agam, 1 Tewas dan 6 Luka-luka Tertimbun Material

“Kejadian ini diduga kuat akibat longsornya tebing galian tambang yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Polda Jambi merespons cepat kejadian ini dengan menerjunkan tim gabungan sebanyak 123 personel. Tim gabungan tersebut terdiri dari Satuan Brigade Mobil (Satbrimob), Polres Sarolangun, Polsek Limun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Pemadam Kebakaran.

Bahkan, unit K-9 Ditsamapta (anjing pelacak) turut dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun di bawah lapisan tanah.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/sidang-ijazah-jokowi-bonjowi-ungkap-fakta-baru/

Hingga saat ini, data korban meninggal dunia berasal dari Dusun Mengkadai dan Desa Lubuk Sayak. Sementara itu, korban luka-luka telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

BACA JUGA:  Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi Besar di Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan Kritis Pemerintah

Meskipun disebut sebagai kecelakaan kerja akibat faktor alam, pihak kepolisian menegaskan akan melakukan penyelidikan lebih dalam terkait legalitas dan standar keamanan di lokasi tambang ilegal tersebut.

Tim gabungan dari Polda Jambi dan Polres Sarolangun saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Terkait status tambang, kami masih menunggu hasil investigasi tim gabungan,” kata Kombes Pol Erlan Munaji.

Polda Jambi mengimbau kepada masyarakat agar segera menghentikan aktivitas tambang yang membahayakan keselamatan jiwa dan merusak lingkungan. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat aktivitas pertambangan ilegal. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Tambang Emas Ilegal Longsor di Jambi, 8 Tewas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB