Bobby Nasution Wali Kota Pertama Yang Dengar Aspirasi Nelayan

Senin, 28 Februari 2022 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama ini masyarakat nelayan sering luput dari perhatian kepala daerah, sehingga merasa diabaikan dan dianaktirikan dari pembangunan yang dilakukan.(ist)

Selama ini masyarakat nelayan sering luput dari perhatian kepala daerah, sehingga merasa diabaikan dan dianaktirikan dari pembangunan yang dilakukan.(ist)

Medan-Mediadelegasi: Selama ini masyarakat nelayan sering luput dari perhatian kepala daerah, sehingga merasa diabaikan dan dianaktirikan dari pembangunan yang dilakukan. Kondisi itu membuat kehidupan para nelayan sangat memprihatinkan. Stigma ini yang ingin dihapuskan Bobby Nasution, sejak dilantik menjadi Wali Kota Medan, persoalan nelayan menjadi fokus perhatiannya. Menantu Presiden Joko Widodo ini ingin membantu meningkatkan taraf kehidupan para nelayan.

Sebagai langkah awal, Bobby Nasution menghadiri rembug nelayan yang digagas DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Dalam dialog dengan nelayan yang berlangsung di Jalan Sembilang Pajak baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, persisnya di pinggiran laut tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan ini menampung seluruh keluhan yang disampaikan para nelayan. “Sampaikan semua permasalahan, marah pun saya terima,” kata Bobby Nasution ramah dalam rembug nelayan.

Banyak keluhan yang disampaikan nelayan dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut. Mulai pembenahan Kampung Bagan Deli yang kumuh, persoalan banjir akibat air pasar, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, asuransi untuk nelayan sampai pembinaan dan pelatihan UMKM untuk istri-istri nelayan. Semua keluhan itu ditampung Bobby Nasution untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.

Guna menjawab dan menentukan permasalahan yang dikeluhkan nelayan, Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri, tapi melibatkan Pemprov Sumut dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Insya Allah, pembenahan Kampung Bagan Deli kita mulai tahun ini,” ungkapnya seraya menambahkan akan berkantor di kawasan Medan bagian Utara sehingga upaya untuk meningkatkan taraf hidup nelayan terwujud sesuai yang diharapkan.

BACA JUGA:  Bobby Nasution melantik Yuda Pratiwi Setiawan menjadi Kadinkes Medan

Perhatian Bobby Nasution kepada para nelayan mendapat perhatian dari Dekan Fakultas Hukum Universitas Medan Area, Dr. M. Citra Ramadhan, SH., MH. Dikatakan Citra, wilayah Kampung Bagan Deli yang rentan terkena dampak yakni kawasan pesisir dan perkotaan di dekat pantai, sehingga banjir pasang air laut merupakan tantangan yang nyata saat ini. Semua masalah yang ada, ungkapnya, telah diidentifikasi Wali Kota, bahkan dengan langsung turun mendengar keluhan-keluhan dari para nelayan yang sering terdampak banjir tersebut.

“Tentu upaya nyata dari Pak Bobby Nasution harus kita dukung sebagai upaya menjawab tantangan atas adanya banjir pasang air laut yang terus datang secara periodik atas adanya banjir pasang air laut yang terus menerus datang secara periodik,” kata Citra.

Dijelaskan Citra, upaya solutif yang dilakukan Bobby Nasution dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian PUPR merupakan langkah yang tepat. Dikatakannya, pembenahan yang akan dilakukan tahun ini dengan pelaksanaan pembangunan, pengawasan dan pemeliharaan jalan, jembatan, pengairan, pemukiman dan gedung akan langsung mengurangi dampak banjir yang setiap tahunnya mendatangkan kerugian bagi para nelayan tersebut.

“Rembug nelayan ini menjadi bagian dari connected electoral yakni adanya keterhubungan antara pemimpin dan warganya sehingga tindakan pemimpin linear dengan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan dari warga yang dipimpinnya. Komitmen yang ditunjukkan Pak Bobby Nasution dalam membenahi Kampung Bagan Deli ini sangat dirasakan para nelayan, sebab baru pertama kalinya ini aspirasi mereka didengar Wali Kota,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Tinjau Pasar Mitra Tani

Selanjutnya, menyikapi pernyataan Bobby Nasution yang ingin merealisasikan janjinya untuk berkantor di Medan bagian Utara dinilainya sebagai manifestasi dari kepemimpinan yang baik. Sebab, janji merupakan dasar bagi pertanggungjawaban pelaksanaan kekuasaan yang demokratis, sehingga realisasi dari janji adalah pemenuhannya, termasuk dan tidak terlepas dari yang dilakukan oleh Wali Kota dalam hal ini.

“Langkah yang dilakukan ini tentunya mendatangkan dampak positif dalam mendukung pembenahan di kawasan Medan bagian Utara. Masyarakat tentu merasa lebih dekat sehingga komunikasi akan lebih mudah terjalin, karena setiap informasi sangat bermanfaat untuk mempercepat pembenahan sekaligus memaksimalkan tercapainya tujuan yang ingin dicapai,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Citra, sengaja atau tidak disengaja langkah ini juga akan bermanfaat sebagai pengawasan (controlling) dimana pemimpin ingin mengetahui apakah hasil pelaksanaan pembenahan yang dilakukan oleh jajarannya sesuai dengan rencana, perintah, tujuan atau kebijaksanaan yang telah ditentukan. Tentu kemudian, melalui langkah ini seluruh pihak akan merasa terawasi dalam prosesnya.

Agar pembenahan kawasan di Medan bagian Utara dapat berjalan dengan lancar, imbuh Citra, maka beberapa langkah yang harus terus menerus dijaga yakni kelancaran komunikasi, ketersediaan sumber daya (resources), komitmen yang cukup dari pelaksana program (disposition) dan struktur birokrasi (bureaucratic structure) yang terkoordinasi.

“Hal ini dilakukan gar keberlangsungan kehidupan yang baik di kawasan tersebut bisa terus menerus dipertahankan. Namun, setelah melihat keinginan masyarakat yang antusias dalam upaya pembenahan ini, tentu menimbulkan keyakinan nantinya konsep waterfront city dapat terwujud,” harapnya.(D|Red-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru