Medan-Mediadelegasi: Akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (27/8/2024) siang hingga sore, sejumlah ruas jalan di Kota Medan mengalami banjir.
Salah satu lokasi banjir yang terpantau Jurnalis SIB News Network (SNN) di Jalan Mandala By Pass/Simpang Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung. Lokasi banjir itu berada persis di persimpangan 4 lampu merah.
Arus lalu lintas (lalin) di lokasi itu menjadi macet. Hal itu disebabkan banyaknya kendaraan yang tidak mematuhi lalin atau menerobos lampu merah tanpa peduli dengan keselamatan nyawanya ataupun nyawa pengendara yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirisnya lagi, tak terlihat satupun petugas Polisi Lalulintas (Polantas) ataupun petugas Dinas Perhububgan (Dishub) di lokasi untuk mengurai kemacetan lantaran adanya genangan/banjir di lokasi.
Lokasi banjir sepanjang 100 meter juga terlihat di Jalan Mandala By Pass/Simpang Pukat. Lokasi tersebut memang sudah menjadi langganan banjir sejak belasan tahun lalu saat hujan turun.
Terlihat juga arus lalin di Simpang Pukat macet, lantaran terdapat truk-truk ekspedisi diparkir di pinggir jalan hingga jalur kendaraan yang akan melintas menjadi sempit.
Sejumlah pengendara dan warga sekitar saat diwawancarai di lokasi mengaku miris dengan banjir yang disebabkan hujan. Sebab, lokasi itu selalu banjir setiap hujan turun
Warga dan pengendara mengaku kesal lantaran saat terjadinya banjir tidak ada satupun pihak-pihak terkait untuk mengurai kemacetan yang berada persis di persimpangan jalan. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pihak-pihak terkait.
Selain di Jalan Mandala By Pass/Simpang Letda Sujono, banjir juga terjadi di sejumlah ruas jalan di kawasan Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung. Badan jalan seperti sungai karena parit tak mampu menampung luapan air.
Akibatnya, bila hujan turun, Jalan Pancing dan Jalan Budi Utomo mengalami banjir di badan jalan sekitar 1 km.
Sementara di Jalan Cemara Asri hingga simpang Jalan Pancing, banjir terjadi diduga akibat parit yang tadinya cukup besar ditutup pihak pengelola perumahan Cemara Asri dengan menanam riol besar di bawah tanah sehingga air tidak dapat dikontrol.
Akibatnya, bila hujan turun, Jalan Pancing dan Jalan Budi Utomo mengalami banjir di badan jalan sekitar 1 km.Sementara di Jalan Cemara Asri hingga simpang Jalan Pancing, banjir terjadi diduga akibat parit yang tadinya cukup besar ditutup pihak pengelola perumahan Cemara Asri dengan menanam riol besar di bawah tanah sehingga air tidak dapat dikontrol.
Warga berharap Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang melakukan pengawasan, apalagi kawasan Jalan Cemara dan Jalan Pancing merupakan salah satu akses ring road Kota Medan.
Warga berharap Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang melakukan pengawasan, apalagi kawasan Jalan Cemara dan Jalan Pancing merupakan salah satu akses ring road Kota Medan.












