Selain itu, jumlah koridor yang akan dioperasikan juga masih dalam tahap penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan hasil kajian di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa setelah proses kontrak selesai, pengadaan bus listrik kemungkinan memerlukan waktu sekitar lima bulan karena kendaraan tersebut harus diproduksi secara khusus oleh pihak penyedia.
Di sisi lain, Tenaga Ahli Dinas Perhubungan Sumut Darwin Purba menjelaskan bahwa sistem BRT yang akan diterapkan mengadopsi konsep transportasi terintegrasi seperti yang diterapkan di Jakarta.
Dalam sistem tersebut, BRT akan memiliki jalur khusus sehingga perjalanan bus dapat lebih cepat dan efisien dibandingkan kendaraan lain di jalan raya.
Darwin juga berharap angkutan kota yang selama ini beroperasi dapat difungsikan sebagai feeder atau pengumpan yang mengantarkan penumpang menuju koridor BRT, sehingga sistem transportasi di kawasan Mebidang dapat terintegrasi dengan lebih baik. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








