Medan-Mediadelegasi: Bus Rapid Transit (BRT) untuk kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026. Moda transportasi massal ini akan menggunakan armada bus listrik sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan transportasi ramah lingkungan di wilayah tersebut.
Pengembangan BRT Mebidang
Program pengembangan BRT tersebut mencakup 12 koridor pada tahap awal operasional. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sementara dua koridor lainnya akan melayani rute lintas daerah di kawasan Mebidang.
Dua koridor lintas wilayah yang akan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan pemerintah pusat meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour dan Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi. Kedua jalur ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara kota dan daerah penyangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Utara Rochani Litiloly menyampaikan bahwa kehadiran BRT diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat di kawasan Mebidang.
Menurutnya, penggunaan transportasi umum masih tergolong rendah sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan sekaligus meningkatkan emisi kendaraan di wilayah perkotaan.
Dengan hadirnya BRT berbasis listrik, pemerintah berharap masyarakat mulai beralih menggunakan transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-baru-pembangunan-sumut
Rochani menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan armada bus serta fasilitas pendukung seperti depo pengisian daya listrik bagi bus tersebut.
Selain itu, jumlah koridor yang akan dioperasikan juga masih dalam tahap penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan hasil kajian di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa setelah proses kontrak selesai, pengadaan bus listrik kemungkinan memerlukan waktu sekitar lima bulan karena kendaraan tersebut harus diproduksi secara khusus oleh pihak penyedia.
Di sisi lain, Tenaga Ahli Dinas Perhubungan Sumut Darwin Purba menjelaskan bahwa sistem BRT yang akan diterapkan mengadopsi konsep transportasi terintegrasi seperti yang diterapkan di Jakarta.
Dalam sistem tersebut, BRT akan memiliki jalur khusus sehingga perjalanan bus dapat lebih cepat dan efisien dibandingkan kendaraan lain di jalan raya.
Darwin juga berharap angkutan kota yang selama ini beroperasi dapat difungsikan sebagai feeder atau pengumpan yang mengantarkan penumpang menuju koridor BRT, sehingga sistem transportasi di kawasan Mebidang dapat terintegrasi dengan lebih baik. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












