Medan-Mediadelegasi: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara memastikan tidak terdapat lagi titik panas atau api kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah provinsi. Kabut asap serta penurunan kualitas udara yang dirasakan belakangan ini, termasuk di Kota Medan, berasal dari daerah lain yang terbawa angin, bukan hasil kebakaran di dalam Sumut.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).
Heri menjelaskan sekitar satu setengah bulan lalu, Sumut sempat mendeteksi dua titik api di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun berkat kerja cepat masyarakat, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta Dinas LHK, kedua titik berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.
Ia menambahkan kebakaran yang terjadi secara nasional saat ini didominasi di kawasan lahan gambut, meliputi Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem sangat sulit dipadamkan dan menghasilkan asap pekat yang menyebar luas terbawa angin.
Kondisi ini mendorong Dinas LHK Sumut menyambut baik pembentukan badan khusus untuk penanganan serta rehabilitasi gambut dan mangrove oleh Pemerintah Pusat. Menurut Heri, ekosistem gambut memerlukan pendekatan berbeda karena harus selalu dijaga kelembapannya.
“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” tegasnya.
Sementara itu, untuk mengurangi dampak jangka pendek di Sumut, Pemprov terus membagikan masker kepada warga dan berkoordinasi guna melaksanakan modifikasi cuaca agar turun hujan buatan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah munculnya titik api baru sekaligus melindungi kesehatan bersama. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Andre S
Editor : Alan







