Samosir-Mediadelegasi: Anggota DPRD Samosir, khususnya Ketua Komisi III tampak serius menjalankan tugasnya sebagai kontroling di Pemerintahan Kabupaten yang dikelilingi Danau yang dikelompokkan sebagai salahsatu terbesar di jagad ini.
Buktinya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Samosir mendapatkan sorotan yang terbilang jauh, hingga disasar agar penataan objek wisata dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah serta pengelolaannya harus lebih kreatif dan inovatif.
Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Anggota Komisi III DPRD Samosir bersama pPegawai Dinas Lingkungan Hidup, di ruang Rapat Komisi III DPRD Samosir terkait Evaluasi Program Kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2020.
Raker dibuka langsung Ketua Komisi III Drs Jonner Simbolon yang di antara cukilan sambutannya juga menyampaikan protes dari organisasi Gerakan Muda-mudi Desa Hariara Pintu, terkait dengan penempatan TPA Sampah di desa itu.
“Dalam surat yang mereka sampaikan ke kita, mereka warga di sana khawatir dengan TPA yang dibangun itu akan memunculkan penyakit,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Samosir merincikan isi surat organisasi itu.
Disamping itu, Dia juga menyinggung sinergitas ataupun kesepakatan pengelolaan pariwisata, khsusunya di Aek Natonang antara UPTD Kebun Raya dan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.
Menyikapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sudion Tamba menjelaskan, terkait TPA di Desa Hariara Pintu memang pengelolaannya belum maksimal, akan tetapi sesuai dengan prosedur telah dilakukan kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Khususnya penanganan sampah serta menghindari efek -efek negatif bagi masyarakat. Namun begitu pada tahun 2021 akan dibenahi lokasi TPA tersebut,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan, untuk pengangkutan sampah yang mengalami kendala, hal ini disebabkan kondisi jalan menuju TPA Desa Hariara Pintu rusak. “Kami sudah koordinasikan dengan Bidang Alat Berat untuk memperbaiki jalan masuk itu,” ujar Sudion Tamba
Selain itu, Sudion Tamba menjelaskan bahwa untuk program dan kegiatan pada tahun 2020 tidak ada belanja modal karena adanya refocusing namun secara umum semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan realisasi sebesar 97,26%.
“Untuk tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir mendapat bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup berupa 2 unit truk sampah, becak motor sebanyak 6 unit dan 11 kontainer,” ungkapnya.
Sedangkan, untuk program dan kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2021 ada juga
pembangunan TPS Nainggolan, pengadaan bibit, pembuatan kajian lingkungan hidup strategis untuk dokumen RPJMD, pengadaan lampu Jalan di Kecamatan Sitio Tio, pengadaan tong sampah.
Untuk pengelolaan Arboretum Aek Natonang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, sehingga ke depan pengelolaannya dapat lebih baik.
“Untuk Tahun kegiatan 2021direncanakan penyusunan masterplan Aek Natonang,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, untuk kegiatan di UPTD Laboratorium ada pengujian Kwalitas Lingkungan, yakni kualitas air di 12 Lokasi, Perbaikan IPAL Laboratorium. “Juga Kalibrasi, Pengadaan logistic Laboratorium untuk pengukuran mutu air Danau Toba minus 2 dengan kategori cemar ringan,” ujarnya. D|Med-24|Rel






