Tak hanya itu, Indra menekankankan agar operasi ini bisa untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas.
“Diharapkan dari Operasi Keselamatan Toba 2022 terciptanya situasi Kamseltibcar lantas, yang aman dan nyaman serta menurunkan level PPKM di wilayah kabupaten atau kota di Wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.
Indra menjelaskan, pihaknya akan mengedepankam teguran simpatik terhadap sembilan pelanggaran. Pasalnya, semua pelanggaran tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Adapun sembilan pelanggaran itu adalah pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur, dan berboncengan lebih dari satu orang.
Kemudian tidak menggunakan helm SNI, mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol, melawan arus, tidak menggunakan safety belt, ugal-ugalan, dan truk Over Dimensi Over Load (ODOL).
“Tentunya selama Operasi Keselamatan Toba 2022 personel yang dilibatkan tetap mengedepankan sikap humanis dalam menyampaikan imbauan Kamseltibcar lantas kepada masyarakat,” pungkas Indra. (D|Med-55)