Dituding Menyuntikkan Vaksin Kosong, Ini Jawaban Dokter G

dokter g suntik vaksin kosong
Dokter berinisial G membantah tuduhan terhadap dirinya yang telah memberikan penyuntikan vaksin kosong, terhadap salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Wahidin Medan Labuhan pada, Senin (17/1/2022) lalu. (ist)

Medan-Mediadelegasi: Dokter berinisial G membantah tuduhan terhadap dirinya yang telah memberikan penyuntikan vaksin kosong, terhadap salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Wahidin Medan Labuhan pada, Senin (17/1/2022) lalu. Dia mengaku, vaksin yang disuntiknya saat itu benar-benar berisi vaksin merk Sinovac.

“Tudingan terhadap saya yang menyuntikkan vaksin kosong adalah menyesatkan. Saya bertanggung-jawab. Saya yakin dengan sungguh-sungguh sesuai sumpah profesi saya, bahwa yang saya berikan adalah suntikan berisi vaksin yang telah diisi sejawat saya (perawat W),” kata G kepada wartawan, Senin (24/1[2022).

Menurutnya, sebelum vaksinasi dimulai, dilaksanakan dulu briefing dengan tim vaksinator agar kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Tim vaksinator dibantu para perawat dari Rumah Sakit Delima salah satunya berinisial berinisial W. “Meja suntik kami atur sedemikian rupa agar anak-anak tidak takut dengan pelayanan vaksinasi massal. Ada tiga meja yang kami siapkan, pelayanan vaksin dimulai sejak jam 09.00-17.00 WIB,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Bacaan Lainnya

Dia menyebutkan, vaksin yang digunakan bersumber dari Polres Medan Labuhan merk Sinovac. Spuit (jarum suntik) yang disediakan adalah Spuit 0,5 cc.

“Karena sangat ramai, anak-anak didampingi orangtua dan wali masing-masing sehingga saya tidak mengetahui dan tidak sadar selama pelayanan ada pihak yang mengambil merekam. Namun, hal ini tidak saya permasalahkan karena sifatnya untuk dokumentasi, kenangan-kenangan,” sebutnya.

Lanjut dia, untuk mempercepat pemberian vaksin pada anak, maka dalam tim telah dibagi tugas masing-masing. Tim vaksinator dokter melakukan penyuntikkan vaksin, sedangkan perawat tugasnya membantu untuk mengambil dan memasukkan vaksin ke dalam spuit 0,5 cc yang sudah disediakan.

“Selama penyuntikan vaksin seperti terlihat dalam video yang beredar, saya mengambil spuit 0,5 cc yang berada di sisi kanan belakang saya. Dan, saya yakini spuit itu sudah diisi vaksin oleh perawat W yang posisinya saat itu di belakang saya,” ujarnya.

Dia juga mengaku, penyuntikan yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Pertama, memanggil peserta vaksin untuk duduk dengan mengangkat lengan baju hingga setinggi bahu. Kemudian, melakukan disinfeksi membersihkan dengan alkohol swab di lokasi yang akan disuntik.

Pos terkait