DPR RI Minta Masukan RUU Desa ke Unika Santo Thomas

Selasa, 11 Juli 2023 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga pembicara focus group discussion (FGD) bertopik Arah Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyampaikan paparan yang dipandu oleh Wakil Rektor IV Unika Santo Thomas Godlif Sianipar SS, MA, Ph.D (kiri), di kampus Unika Santo Thomas Sumatera Utara Jalan Setia Budi Medan, Jumat (7/7). Foto: Limbong

Tiga pembicara focus group discussion (FGD) bertopik Arah Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyampaikan paparan yang dipandu oleh Wakil Rektor IV Unika Santo Thomas Godlif Sianipar SS, MA, Ph.D (kiri), di kampus Unika Santo Thomas Sumatera Utara Jalan Setia Budi Medan, Jumat (7/7). Foto: Limbong

Medan-Mediadelegasi: Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Kedua UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meminta masukan ke kampus Universitas Katholik (Unika) SantoThomas Sumatera Utara, di Medan, Jumat (7/7).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum pada acara diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) bertema Arah Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang dibuka oleh Rektor Unika Santo Thomas Prof Dr. Maidin Gultom, SH, M.Hum.

“Kami upayakan RUU tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dapat diselesaikan tahun ini, karena itu kami minta masukan dari berbagai pihak termasuk Unika Santo Thomas Sumatera Utara,” katanya.

Pembahasan revisi UU Desa terkait perpanjangan masa jabatan kepala desa, lanjut dia, untuk menyahuti aspirasi ribuan kepala desa saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa 17 Januari 2023 lalu.

Untuk itu, salah satu upaya DPR RI adalah mengeluarkan usul inisiatif DPR tentang RUU Perubahan Kedua UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, terutama mengenai perubahan masa jabatan kepala desa (kades) menjadi 9 tahun dalam satu periode, serta dapat dipilih kembali sebanyak dua kali.

Ditambahkannya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sebelumnya telah menyetujui RUU Perubahan Kedua UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa untuk menjadi RUU usulan inisiatif DPR pada 3 Juli 2023.

Rancangan tersebut selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan menjadi RUU Inisiatif DPR.

Materi pokok yang saat ini masih dibahas Panja Penyusunan RUU Desa adalah berkaitan dengan usulan perubahan mengenai berapa lama periodesasi masa jabatan kepala desa, berikut jangka waktunya dalam satu periode.

BACA JUGA:  Maruli Siahaan Didoakan Lolos DPR RI

Dalam UU Desa yang masih berlaku disebutkan bahwa masa jabatan kepala desa termaktub 6 tahun selama satu periode, dan dapat dipilih kembali sebanyak tiga kali.

Sedangkan, di dalam usulan perubahan masa jabatan kepala desa tersebut, seperti tertuang dalam Pasal 39 ayat (1) RUU Desa, kepala desa memegang jabatan selama 9 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.

Pada Pasal 39 ayat (2) RUU Desa juga dilakukan perubahan menjadi “Kepala desa sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat menjabat paling banyak dua kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut”.

“Kami berharap melalui FGD ini kalangan civitas akademika Unika Santo Thomas dapat menyampaikan masukan, kritik dan saran, terkait tentang Arah Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” ujar Inosentius.

Merasa bangga
Pada kesempatan itu, Rektor Unika Santo Thomas Prof Dr. Maidin Gultom, SH, M.Hum menyatakan turut merasa bangga dan terhormat karena perguruan tinggi yang dipimpinnya ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan FGD pembahasan RUU Desa.

“Kita semua sepakat bahwa desa merupakan salah satu elemen penting dalam struktur kenegaraan. Desa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan langsung dari masyarakat dan memainkan peran yang strategis dalam pembangunan nasional,” katanya.

Peran desa, menurut Rektor, sangatlah krusial karena sebagian besar penduduk Indonesia tiggal di daerah pedesaan, sehingga upaya memperkuat lembaga desa adalah langkah yang sangat strategis dalam memajukan bangsa ini.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Minta Komisi II DPR RI Bantu Selesaikan Konflik Agraria

“Desa merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera. Oleh karena itu, perubahan undang-undang tentang desa harus mampu mengakomodasi perubahan-perubahan tersebut dengan tetap menjaga kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Dari segi yuridis, kata dia, penyusunan perubahan undang-undang tentang desa harus memperhatikan aspek legalitas, kejelasan dan implementabilitas.

“Artinya, perubahan yang diusulkan haruslah sesuai dengan konstitusi dan prinsip-prinsip hukum yang berlaku, sehingga dapat memberikan landasan yang kokoh untuk pelaksanaan di lapangan,” paparnya.

Lebih lanjut Maidin Gultom mengatakan bahwa pembahasan mengenai rancangan perubahan undang-undang tentang desa menjadi sebuah topik yang penting dan menarik untuk dibahas, termasuk bagi kalangan akademisi dan mahasiswa.

Namun, ia mengingatkan bahwa landasan filosofis perubahan undang-undang tentang desa haruslah mengedepankan nilai-nilai keadilan, demokrasi, partisipasi masyarakat, serta keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi kekuasaan.

FGD yang dimoderatori Wakil Rektor IV Unika Santo Thomas Godlif Sianipar SS, MA, Ph.D tersebut menghadirkan pembicara, masing-masing Kepala Pusat PUU bidang Politik, Hukum dan HAM Setjen DPR RI Dr. Lidya Suryani Widayati SH, M.Hum, Guru Besar Ilmu Hukum Unika Santo Thomas Prof Dr. Elisabeth Nurhaini Butar-butar, SH, M.Hum dan Dosen Fakultas Hukum Unika Santo Thomas Dr. Berlian Simarmata, SH, M.Hum.

Acara FGD yang dihadiri ratusan peserta tersebut diawali dengan penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Badan Keahlian DPR RI Setjen DPR RI dengan Unika Santo Thomas yang ditandatangani masing-masing oleh Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum dan Prof Dr. Maidin Gultom, SH, M.Hum. D|Red-04

2 tanggapan untuk “DPR RI Minta Masukan RUU Desa ke Unika Santo Thomas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru